Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:52wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Dari Sampah Tak Berguna, Warga Temanggung Ini Ubah Limbah Tembakau Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah

Rabu, 21-April-2021 18:30

Perkebunan tembakaui di Temanggung, Jawa Timur.
Foto : Pemkab Temanggung.
Perkebunan tembakaui di Temanggung, Jawa Timur.
4

TEMANGGUNG, NETRALNEWS.COM - Limbah daun tembakau yang sudah tidak berguna dimanfaatkan oleh warga Kelurahan Temanggung I, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Dewi Mulyasari menjadi berbagai produk ekonomi kreatif bernilai hingga jutaan rupiah.

Menurut Dewi, produk kerajinan yang dihasilkan dari limbah daun tembakau tersebut, antara lain lukisan, dompet, tas, kotak cerutu, kota penyimpan kaca mata, tempat korek, dan asbak.

Produk kerajinan daun tembakau yang dipadukan dengan bahan lain seperti kayu dan kulit tersebut dijual dengan harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

"Tas dari daun tembakau yang dipadukan dengan kulit harganya ratusan ribu rupiah, namun untuk lukisan bisa mencapai Rp5 juta," katanya di Temanggung, Rabu (21/4/2021) .

Dituturkannya, ide awal membuat kerajinan dari daun tembakau tersebut saat menerima tamu dari mancanegara, tetapi tidak ada oleh-oleh atau suvenir khas Temanggung yang dikenal sebagai daerah penghasil tembakau ini.

"Tidak semua orang merokok maka saat pelancong datang ke Temanggung bisa membawa sesuatu yang unik seperti lukisan, dompet, tas dan lain lain. Hal ini menjadi sesuatu yang berbeda, yang unik dan menikmati tembakau dari sisi nilai seninya," katanya.

Ia berharap dengan produk kerajinan berbahan daun tembakau ini bisa menjadi ciri khas Kabupaten Temanggung dan daun tembakau bukan hanya sebagai bahan rokok kretek tetapi bisa menjadi barang seni bernilai tinggi.

Dewi mengatakan, produk inovatif hasil karyanya sudah sampai Makassar, Bali, Semarang, dan Yogyakarta.

Sebelum dijadikan barang seni, limbah daun tembakau harus melalui proses pengolahan, yakni dikukus, setelah itu direbus kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari.

"Proses ini memakan waktu satu hari dengan pengawasan, karena jika daun tembakau terlalu kering saat dijemur maka tidak bisa digunakan karena rapuh atau mudah remuk," ujarnya seperti dilansir Antara.

Menurut dia daun tembakau yang cocok dibuat kerajinan diperoleh dari Temanggung, karena daunnya lebih tebal dibanding daun tembakau daerah lain.

Reporter :
Editor : Irawan HP