Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:35wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Pemerintah Sebut Curah Hujan Tinggi Masih Jadi Ancaman Bagi Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan

Rabu, 14-April-2021 23:20

Harga cabai dan bawang merah yang tinggi karena stok langka kerap menjadi pendorong inflasi di tanah air.
Foto : Istimewa
Harga cabai dan bawang merah yang tinggi karena stok langka kerap menjadi pendorong inflasi di tanah air.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah terus bersinergi dalam menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri di tahun 2021.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menginisiasi terselenggaranya Focus Group Discussion (FGD) tentang stabilitas harga dan pasokan pangan dalam rangka menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri, Senin (12/4/2021) di Surabaya.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah berkomitmen menjadikan Ramadan dan Lebaran sebagai momentum dalam meningkatkan konsumsi masyarakat sehingga diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021, dengan tetap menjaga pengendalian pandemi Covid-19.

Asisten Deputi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Muhammad Saifulloh memaparkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bahan makanan di bulan Februari 2021 sebesar 0,03%, turun dibandingkan dengan Januari 2021 yang sebesar 1,07%.

“Lalu jika dikomparasi dengan periode yang sama di tahun 2020, bahan makanan tercatat mengalami inflasi sebesar 1,62% (yoy). Inflasi tersebut bahkan lebih rendah dibanding periode yang sama di tahun 2015-2018,” tuturnya.

Penanganan pascapanen, stabilitas pasokan, dan harga menjadi tantangan bagi komoditas hortikultura, khususnya cabai dan bawang merah.

Pemerintah terus mencari formula yang tepat untuk mengatasi tantangan pada ketiga faktor tersebut.

Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi pertanian pun menjadi perhatian dan telah direspons oleh Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Ancaman curah hujan tinggi masih tetap perlu diantisipasi dengan langkah kebijakan dan koordinasi yang efektif. Ini penting untuk memastikan target produksi pangan tetap tercapai,” imbuh Saifulloh.

Hadir sebagai narasumber antara lain Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Risfaheri; Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Fini Murfiani; Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Jawa Timur, Arief Tri Hardjoko; Direktur Teknik Usaha PD Pasar Surya, Muhibuddin.

 

 

Reporter :
Editor : Irawan HP