Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:14wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Sindir Wali Kota Serang, DS: Coba Dubai Dekat Serang, Pasti Didenda 50 Juta

Jumat, 16-April-2021 14:32

Denny Siregar
Foto : Istimewa
Denny Siregar
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menyindir pemberlakuan kebijakan dari Pemprov Serang, Banten, tentang larangan warung makan jualan di siang hari dan ancaman Rp50 Juta bagi yang melanggar.

Denny membandingkan dengan apa yang dipraktikkan di Dubai.

“Coba Dubai dekat ma Serang, pasti didenda 50 juta..,” kata Denny Siregar, Jumat 16 April 2021.

Sementara sebelumnya diberitakan bahwa restoran di Dubai tidak lagi diwajibkan untuk memasang tirai selama bulan puasa Ramadhan. Kini, restoran bebas menentukan pilihannya.

Pada Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, seluruh restoran di Dubai diizinkan untuk tetap buka pada siang hari. Asalkan, ditutup tirai.

Dikutip dari AFP, Kamis (15/4/2021), kebijakan itu untuk melindungi orang yang lewat dari godaan makanan selama jam puasa Ramadhan.

Tapi tahun ini, pemerintah Dubai mengubah peraturan. Restoran diperbolehkan tetap buka dan tidak wajib memasang tirai.

"Restoran di Uni Emirat Arab bebas memilih apakah akan memasang tirai atau menutup kedai mereka untuk menyajikan makanan selama jam puasa," begitulah pernyataan Departemen Pembangunan Ekonomi.

"Surat edaran baru mengubah praktik yang diikuti sebelumnya di Emirat, yang mengharuskan restoran dan kedai makanan yang menyajikan makanan selama jam puasa untuk memasang tirai."

Kebijakan itu untuk mendongkrak roda ekonomi Emirat yang sangat bergantung pada pariwisata dan jasa. Kedua sektor itu terpukul parah di tengah pandemi virus Corona.

Dubai tengah membuka pintu bagi wisatawan. Selain itu, Dubai menimbang mayoritas populasi, mencapai 90 persen, yang merupakan orang asing dan nonmuslim.

Peraturan itu menambah panjang langkah keterbukaan di Uni Emirat Arab (UEA). Sebelumnya, UEA telah mencabut larangan bagi pasangan yang belum menikah dan tinggal bersama, pelonggaran pembatasan konsumsi alkohol, dan dekriminalisasi bunuh diri.

UEA juga mengumumkan hukuman yang tegas untuk pembunuhan "demi kehormatan". 

Dalam praktiknya, seperti dinukil detik.com, selama ini sebagian besar korbannya adalah perempuan yang dianggap mempermalukan keluarga mereka.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto