Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:58wib
Leicester City berhasil menyabet gelar juara Piala FA usai membungkam Chelsea 1-0 di Stadion Wembley, Sabtu (15/5). Gol tunggal kemenangan The Foxes dicetak oleh Youri Tielemans di menit ke-63. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Margasatwa Ragunan, pada 16-17 Mei 2021.
Cipinang Melayu Banjir Lagi, Wagub DKI Salahkan GBK, Netizen: Gak Salahkan Tuhan Sekalian?

Jumat, 16-April-2021 08:35

Ilustrasi Banjir di Kampung Melayu, Jakarta
Foto : Antara
Ilustrasi Banjir di Kampung Melayu, Jakarta
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Persoalan banjir yang kembali melanda wilayah Kampung Melayu, Jakarta, disebut-sebut gegara pembangunan Gelora Bung Karno (GBK) ramai menjadi sorotan warganet. 

Hal itu diungkap oleh Wagub DKI Riza Patria.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Jumat (16/4/21) sejumlah netizen malah mencibir pernyataan tersebut.

MLT: “Salah GBK.”

Ragil Lestari: “Paling gampang cari kambing hitam jadi gak.merasa bersalah.”

Yohanes Ary: “Isone muk ngis*ng suruh jd psjabat publik ..ya pasti mobat mabit.”

RiezZal Rojulun: “Saat gak banjir bangganya di umbar2 wkwkwkwkw.”

Ross Dalima Gawas: “Waduuuuuh pakbos......nglantur koq jauh2..”

X ZHU: “Gk salahkan tuhan saja sekalian.”

Sebelumnya diberitakan, Wakil Gubernur DKI Jakarta menyebut banjir yang kerap melanda Cipinang Melayu salah satunya akibat pembangunan kawasan olahraga Gelora Bung Karno atau GBK.

Riza menyebut akibat pembangunan kawasan olahraga tersebut yang membutuhkan tanah cukup banyak, untuk menguruk kawasan GBK dan pembangunannya.

"Waktu dibangun GBK kan diuruk, dan tanahnya diambil dari mana-mana, termasuk di sana (Cipinang Melayu) di antaranya lalu juga di Kalibata, Condet. Akhirnya dari lokasi yang diambil tanahnya itu, terjadi kubangan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Kemudian, lanjut Riza, akibat sulitnya mencari lahan, tanah cekungan yang lebih rendah dari sekitarnya itu dibangun oleh masyarakat menjadi pemukiman.

"Akhirnya kalau hujan jadi kubangan, karena memang letaknya itu udah pasti di bawah permukaan laut," ucap Riza.

Lebih lanjut, Riza Patria menilai rumah susun panggung akan menjadi salah satu solusi banjir menahun atau kerap terjadi setiap tahun di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

"Akan ada solusi, nanti dari Sumber Daya Air (SDA) mencarikan solusi terkait titik-titik sesuai kontur tanahnya, di antaranya konsep rumah susun baik sewa atau milik," tuturnya.

Riza menyebutkan bahwa rumah susun di Cipinang Melayu, Jakarta Timur akan memiliki bagian bawah yang kosong menyerupai basemen. Harapannya, kata Riza agar ketika banjir melanda kawasan itu, ruang bawah rusun akan menjadi tempat penampungan air.

"Ketika kemarau menjadi basemen jadi tempat bermain anak-anak dan sebagainya, tapi ketika hujan, banjir, itu menjadi tempat penampungan air," katanya dinukil Antara.

Banjir beberapa kali merendam permukiman warga di wilayah Cipinang Melayu. Banjir terakhir terjadi pada Rabu, 14 April 2021 hingga Kamis dinihari, 15 April 2021.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto