Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:23wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Cerita Pengamen Tanpa Empat Jari, Kini Jadi Bos Toko Gitar Asli Buatan Indonesia

Selasa, 09-Februari-2021 14:30

 Pengusaha Gitar Tonny Mahardika
Foto : Istimewa
Pengusaha Gitar Tonny Mahardika
7

JAKARTA, NETRALNEWS. COM - Pandemi COVID-19 yang sudah hampir setahun melanda dunia, termasuk Indonesia, menimbulkan banyak ketidakpastian. Angka pengangguran pun meningkat.

Walau begitu, ada juga yang menghadapi kesulitan ini sebagai suatu kesempatan untuk berinovasi, khususnya para pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dalam rangka mendukung peran serta UMKM di Indonesia serta meningkatkan rasa bangga terhadap industri kreatif lokal di berbagai daerah, OVO, platform pembayaran digital dan layanan finansial terdepan di Indonesia, beberapa waktu lalu menggandeng Komunitas Mata Kita dari Narasiuntuk mengadakan kampanye #DenganSatuLangkah.

Salah satu pelaku UMKM yang terlibat dalam kampanye ini adalah Tonny Mahardika, mantanpengamen jalanan yang kini pemilik toko gitar asli buatan Indonesia, RMG, Rock Music Kedoya.

“Sekarang kita mengalami pandemi, berarti ini masalah. Dan buat saya, satu masalah ini adalahkesempatan,” tutur Tonny di Jakarta, Selasa (8/2/2021). Karena pandemi, toko yang dikelolanya kini mempunyai konsep baru transaksi cashless (non-tunai).

Tonny berpendapat bahwa pengusaha wajib mematuhi regulasi pemerintah, dan saat ini regulasimengharuskan sebisa mungkin untuk menjaga jarak, termasuk ketika menerima uang. 

“Karena kitabertransaksi dengan jual beli online, transaksi dengan OVO itu sangat membantu,” imbuh Tonny.

Ini bukan kali pertama Tonny peka melihat potensi masalah dan berinovasi di tengah tantangan yangada. Awalnya, di tahun 2004 Tonny mencari penghasilan sebagai pekerja pabrik baja. Naasmenimpa dirinya pada tahun 2006--ia harus rela kehilangan empat jari tangannya yang terputusoleh mesin.

Tonny berusaha keras mengalahkan trauma yang membekas. “Saya harus meng-encourage diri sayabahwa diri saya itu berharga,” tegasnya.

Berhasil bangkit dari trauma, di tahun 2008 Tonny mengamati banyak terjadinya pengurangankaryawan, dan memutuskan menjadi seorang pengamen, terlepas dari keterbatasan fisiknya kini.

“Ketika ngamen, saya merasa nyaman,” kenang Tonny.Suatu hari, ia menemukan brosur yang menjual motor dengan harga murah. “Di situ saya pikir, sudahpasti angkutan umum bakal hilang. Apa yang musti saya kerjakan?”

Tonny kemudian beralih haluan menjadi pedagang suku cadang motor. Dengan gigih ia naik-turunkereta, memanggul dan menjajakan onderdil dari bengkel ke bengkel yang ada di sekitar stasiun.

Ketika di 2014 mulai bermunculan kompetitor importir yang mendatangkan suku cadang langsungdari negara-negara produsen dengan harga yang lebih murah, Tonny menghitung ada sekitar Rp. 40juta total nilai stok usahanya yang tidak terjual. Modal yang dimilikinya hanya tersisa Rp. 1,2 juta.

“Tapi saya pikir ya sudah lah, saya coba. Dulu juga pas waktu pengamen juga bisa kok. Masasekarang saya sudah punya motor, saya nggak bisa?” tawanya.

Tonny mendatangi sebuah warnet untuk mencari tahu usaha apa yang tengah berkembang saat itu,dan menemukan bisnis toko online dan e-commerce. Transaksi pertamanya, ia mencoba menjual tigaunit gitar.

“Eh, satu jam habis. Saya balik lagi ke distributornya. Saya beli enam, habis lagi,” kenang Tonny. Dihari pertama ia memulai usaha barunya, Tonny berhasil menjual 36 unit gitar.

“Ketika saya mau memulai bisnis dulu, itu saya nggak mau menyerah. Kedua itu, jangan sampai kitamalu. Ketiga itu, kita harus punya target. Apa sih yang mau kita capai kedepannya?” tegas Tonnysaat berbagi pengalamannya.

Kini pengamen tanpa empat jari tersebut bukan saja telah membuka toko gitar yang sukses, tapitoko yang dengan bangga membawa tajuk “Guitar Original Indonesia”.

Kisah Tonny menggambarkan besarnya manfaat teknologi digital bagi para pelaku UMKM, mulai darie-commerce hingga pembayaran non-tunai seperti yang dapat dilakukan melalui OVO. Tapi yangutama, kisah Tonny merupakan bukti wujud semangat yang luar biasa, sebuah inspirasi bagi jutaanpelaku UMKM di seluruh nusantara.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati