Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:30wib
Indonesia Corruption Watch menilai pengelolaan internal Komisi Pemberantasan Korupsi sudah bobrok. Kapal selam KRI Nenggala-402 yang hilang kontak saat melakukan latihan di perairan Bali karam di kedalaman 600-700 meter.
Cara Aman Mengemudi di Jalan Pegunungan Bagi Pemula, Waspada Rem Blong Karena Overheat

Jumat, 02-April-2021 20:00

Ilustrasi mengemudi di jalan pegunungan.
Foto : cars.24.com
Ilustrasi mengemudi di jalan pegunungan.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Butuh keterampilan mengemudi yang baik jika Anda melewati jalan pegunungan atau perbukitan. Selain keterampilan itu, kita juga harus mengenal benar spesifikasi mobil yang dikendarai.

Jalan di pegunungan sebenarnya hanya menanjak atau menurun. Sering kali ditemui jalan yang terlalu menanjak dan juga turunan yang curam alias ekstrem. Untuk itu memang butuh perhatian khusus.

Untuk melalui kedua jenis jalanan tersebut, begini tips cara melalui yang aman dan nyaman, seperti dikutip dari laman toyota.astra.co.id, Jumat (2/4/2021).

Mengemudi di Jalur Menanjak

Walaupun mobil diperhitungkan sanggup melewati rintangan, sebaiknya posisi gigi transmisi diturunkan untuk memperoleh tambahan tenaga yang memadai.

Usahakan supaya tidak menurunkan gigi di tengah rute pendakian agar mobil tidak kehilangan tenaga.

Jika tanjakan landai dan panjang, kamu bisa menggunakan gigi 3, baik untuk mobil transmisi otomatis dan manual.

Tapi jika tanjakan cukup curam, bisa memanfaatkan gigi 2, bahkan bisa diposisikan di gigi 1 atau L untuk transmisi otomatis jika dibutuhkan.

Tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam ketika mobil mulai menanjak supaya ban tidak kehilangan traksi yang membuat mobil sulit dikendalikan.

Perhitungkan beban mobil, jika membawa muatan penuh, artinya kamu harus menekan pedal gas lebih dalam.

Perhatikan pula kondisi jalan yang dilewati, terutama bila jalur yang dilalui kondisinya licin akibat hujan atau cukup ramai sehingga kesulitan menjaga momentum.

Tidak perlu panik saat menjelang akhir jalur pendakian mobil semakin kehilangan tenaga.

Segera turunkan posisi gigi secara halus untuk kembali mengail tenaga.

Andai sampai berhenti karena ada halangan atau mobil benar-benar tidak bertenaga, segera injak pedal rem dan tarik tuas rem parkir.

Lakukan start kembali dari gigi 1. Tetap tenang dan waspada supaya mobil dapat melaju kembali dengan aman.

Segera pindahkan tuas transmisi ke D untuk transmisi matik atau gigi lebih tinggi untuk transmisi manual setelah berhasil melewati tanjakan untuk memberi ‘napas’ pada mobil.

Mengemudi di Jalur Menurun

Jalan menurun tidak kalah menyulitkan dari jalan menanjak untuk sebagian pengemudi yang belum terasah jam terbangnya karena bisa nyelonong tidak terkendali.

Tidak boleh asal karena pengaturan penempatan transmisi juga sangat berpengaruh pada keamanan berkendara pengguna jalan lainnya.

Dan yang paling utama adalah strategi penggunaan rem mobil supaya tidak overheat dan blong sehingga menyebabkan kecelakaan.

Kuncinya adalah aplikasi engine brake sebagai metode utama mengendalikan laju mobil di jalan menurun. 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP