Netral English Netral Mandarin
banner paskah
13:40wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Buwas Bilang Ratusan Ribu Ton Beras Mangkrak, Susi Minta Jokowi Batalkan Beras Impor

Selasa, 16-Maret-2021 13:15

Ilustrasi petani beras
Foto : Istimewa
Ilustrasi petani beras
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memohon kepada presiden Joko Widodo untuk membatalkan rencana pemerintah mengimpor beras.

Menurutnya stok beras di Indonesia masih berlimpah. Namun, Susi tak memberi penjelasan terkait jumlah beras di seluruh Indonesia.

"Pak Presiden yth. Mohon stop impor beras, masyarakat masih ada yg panen, panen juga berlimpah. Mohon berikan dukungan kpd Pak Kabulog untk tidak melakukan impor. Juga melarang yg lain. ⁦@jokowi⁩ ⁦@KemenBUMN ⁦@kementan⁩ ⁦@Kemendag⁩," tulisnya seperti dilansir Jakarta, Selasa (16/3/2021). 

Susi juga mensisipkan sebuah berita media daring bejudul: Buwas Laporkan Jokowi, Ratusan Ribu Ton Beras Tak Terpakai.

Seperti diketahui, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas menyebut tahun ini Indonesia tak akan lagi mengimpor beras. Sebelumnya, sudah ada rencana dari pemerintah untuk mengimpor 1 juta ton beras. Tapi, sepertinya rencana itu bakal batal. Mengingat, masih banyak beras impor yang belum terpakai sehingga turun mutunya.

Perum Bulog masih memiliki stok beras impor dari pengadaan tahun 2018 lalu. Adapun dari total pengadaan sebanyak 1.785.450 ton beras, masih tersisa 275.811 ton beras belum tersalurkan. Dari jumlah tersebut, 106.642 ton di antaranya merupakan beras turun mutu.

"Kami sudah lapor ke presiden saat itu, beras impor kami saat Maret tahun lalu (stoknya) 900 ribu ton sisa dari 1,7 juta ton, sekian juta ton beras impor, jadi sudah menahun kondisinya," ujar Buwas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Senin (15/3/2021). Dinukil dari detik.com 

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati