Netral English Netral Mandarin
banner paskah
13:54wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Menang Bersaing di Tingkat Global, Perusahaan Listrik Indonesia Raih Kontrak US$25,3 Juta dari Pemerintah Kuwait

Jumat, 02-April-2021 21:30

Kota Kuwait di malam hari.
Foto : kuwaitofw.com
Kota Kuwait di malam hari.
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui entitas usahanya PT Cogindo Daya Bersama meraih kontrak operasi dan pemeliharaan jaringan listrik senilai 25,3 juta dolar AS dari Kementerian Listrik dan Air Kuwait.

Keberhasilan ini dapat membuka pintu investasi bagi Badan Usaha Milik Negara dan perusahaan-perusahaan Indonesia, sekaligus mendukung peningkatan tenaga kerja terampil dan ahli Indonesia di Kuwait.

"Indonesia boleh berbangga atas pencapaian ini karena telah mampu menunjukkan daya saing dan mendapat kepercayaan di Kuwait," kata Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Tri Tharyat, dalam keterangannya, Jumat (2/4/2021). 

Kuwait merupakan negara strategis sebagai pintu masuk negara-negara di kawasan Teluk Persia. Hubungan bilateral dan pengalaman menyelesaikan proyek di Negara Teluk menjadi syarat penting dalam ekspansi pasar ke Timur Tengah.

Cogindo harus menggandeng perusahaan lokal NAPCO sebagai salah satu persyaratan untuk bisa mengerjakan proyek itu.

Cogindo menjalankan bisnis operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik, suplai energi, jasa maintenance, repair and overhaul (MRO) komponen pembangkit, serta pelayanan gas diesel engine.

NAPCO sendiri merupakan perusahaan lokal Kuwait yang melayani berbagai industri termasuk minyak dan gas bumi, petrokimia, energi terbarukan, air, dan proyek infrastruktur. 

NAPCO terlibat dalam proses administrasi, sedangkan pekerjaan utama dikerjakan langsung oleh Cogindo.

Proses tender di Kuwait sangat kompetitif dan diikuti oleh perusahaan multinasional berskala besar.

Dengan menangnya Cogindo, katanya, Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk ekspansi pasar ke Kuwait.

PLN melalui Cogindo telah membidik pasar global dalam dua tahun terakhir. Selain Kuwait yang akan menjadi pintu masuk Negara Teluk, Cogindo juga membidik Vietnam sebagai pintu masuk ke pasar ASEAN.

Direktur Utama Cogindo Ade Hendratno mengatakan kontrak kerja sama dengan Pemerintah Kuwait menjadi bukti Indonesia dapat bersaing di pasar global.

“Di tengah situasi perekonomian yang terkontraksi akibat pandemi COVID-19, Cogindo mampu melakukan pengembangan bisnis ke pasar global. Ini menjadi sangat prestisius dan menjadi bukti bahwa kita bisa bersaing di pasar global,” kata Ade Hendratno, seperti dilansir Antara.

Melalui kontrak itu, Cogindo akan melakukan pemeliharaan jaringan distribusi listrik di seluruh wilayah Kuwait yang memiliki luas 17.818 kilometer persegi.

Kontrak berdurasi 36 bulan tersebut akan membutuhkan sekitar 300 tenaga kerja.

“Tidak hanya menjadi sebuah kebanggaan, kontrak kerja ini tentu juga akan meningkatkan pendapatan PLN Grup,” katanya.

 

Reporter :
Editor : Irawan HP