Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:01wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Keras! Larang Warung Buka, Kota Serang Kembali ke Zaman Jahiliyah? Ade Armando: Indikasi Keterbelakangan

Minggu, 18-April-2021 09:24

Kolase Ade Armando
Foto : FB/Ade Armando
Kolase Ade Armando
11

SERANG, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando menanggapi keras kebijakan Wali Kota Serang yang tetap cuek melarang warung buka di siang hari. 

Ade mengaitkan dengan sejumlah negara maju yang semakin toleran tetapi di Serang malah kembali ke zaman jahiliyah. 

“Di Serang, warga yang ketahuan buka warung siang hari saat puasa didenda Rp 50 juta. Indikasi keterbelakangan,” kata Ade Armando, Minggu (18/4/21).

Ia juga mengunggah gambar kolase bertuliskan: “Negara Maju Lebih Toleran Beragama. Tapi di Kota Serang Malah Kembali ke Zaman Jahiliyah.”

Sementara sebelumnya diberitakan, Kota Serang menjadi sorotan terkait melarang warung nasi atau restoran buka disiang hari. Banyak pihak menilai langkah yang dilakukan pemerintah kota (Pemkot) Serang berlebihan.

Diketahui larangan tersebut tertuang dalam himbauan bersama Pemkot Serang, Kantor kementerian Agama kota Serang dan Majelis Ulama Indonesia kota Serang.

Tertuang di huruf d yang berbunyi ‘Selama bulan Ramadhan pemilik restoran, rumah makan, warung nasi, kafe, dan sejenisnya dilarang berjualan mulai pukul 04.30 sampai 16.00 WIB.’

Menanggapi hal itu, Wali Kota Serang Syafrudin menuturkan, kebijakan tersebut diambil setelah mendapatkan kesepakatan bersama dengan Forum koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Ya saya kira itu sudah menjadi hasil kesepakatan Forkopimda, MUI dan kementerian Agama kota Serang,” ucap Syafrudin, Jum’at (16/4/2021).

Meskipun mendapatkan kritikan, kata dia, pihaknya menegaskan tetap tidak akan merubah kebijakan atau himbauan tersebut. Meskipun masyarakat di kota Serang ada yang beragama selain islam.

“Memang kami menyadari bahwa di kota serang bukan yang beragama Islam saja tetapi ada agama lain. Tetapi sementara ini surat edaran itu merupakan kesepakatan bersama tidak bisa ditawar lagi karena sudah kita edarkan,” tambahnya.

Sehingga dari hal itu, dirinya meminta, kepada masyarakat kota Serang untuk dapat menghargai orang yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun ini.

“Kalau ada hal-hal umpamanya agama lain yang tidak puasa, wanita hamil ya saya kira itu menghargai orang yang puasa jadi makannya dirumah, hargai orang yang puasa,” katanya.

Selain itu, dirinya juga menanggapi, terkait pengelola restoran, rumah makan dan kafe yang nekat beroperasi pada saat waktu yang dilarang, dapat terancam sanksi berupa hukuman 3 bulan penjara dan denda 50 juta.

Menurutnya, hal tersebut tidak tertuang pada surat himbauan tentang peribadatan bulan Ramadhan dan idul fitri 1442 Hijriah, akan tetapi ada dalam peraturan daerah kota Serang.

“Saya kira dihimbaunya tidak ada, memang ada di Peraturan Daerah Kota Serang,” pungkasnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto