Netral English Netral Mandarin
07:08wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
BS Ajak Berhenti Mengasihani Elite Manja, Rakyat Sudah Menderita, FH: Presiden Lelah Urus Wabah

Selasa, 02-Februari-2021 09:50

Budiman Ajak Rakyat Berhenti Mengasihani Elite yang Manja, Ferdinand sebut Presiden Sudah Lelah Urus Wabah
Foto : Istimewa
Budiman Ajak Rakyat Berhenti Mengasihani Elite yang Manja, Ferdinand sebut Presiden Sudah Lelah Urus Wabah
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PDIP, Budiman Sujadjatmiko mengatakan bahwa rakyat Indonesia hendaknya berhenti memgasihi elite-elite manja karena rakyat sudah menderita karena pandemi. Diduga, cuitannya ditujukan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kita harus berhenti mengasihani elite2 yg manja. Kita semua sudah cukup menderita karena #COVID19. Sila urus sendiri keresahan2mu. Jika ada pelanggaran hukum, bawa ke proses hukum. Jika urusannya politik, selesaikan secara politik," kata Budiman, Senin (1/2/21).

Pernyataan Budiman diamini oleh mantan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean.

"Agree bang..! Dan jangan ada yang menyeret2 Presiden utk urusan remeh temeh. Presiden sudah lelah mengurus ekonomi ditengah pandemi ini. Lelah mengurus wabah yg harus segera dikalahkan. Lelah mengurus hal2 penting kehidupan rakyat..!!"

Sementara sebelumnya diberitakan, Partai Demokrat tengah dilanda ketegangan internal yang dipicu munculnya isu perebutan kursi kepemimpinan. Sejumlah pihak menuding ada orang di dalam lingkaran Presiden Joko Widodo yang berusaha merebut kursi Ketua Umum partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Tudingan tersebut diarahkan kepada Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Hal ini dipicu adanya pertemuan sejumlah elite Demokrat dengan Moeldoko.

Moeldoko langsung menanggapi tudingan tersebut. Dia meminta masalah internal Demokrat tidak perlu melibatkan Jokowi.

" Jangan dikit-dikit Istana, dalam hal ini saya mengingatkan, sekali lagi jangan dikit-dikit Istana, jangan ganggu Bapak Jokowi dalam hal ini," ujar Moeldoko dalam konferensi pers.

Moeldoko menegaskan banyak isu yang tidak ada hubungannya dengan Jokowi. Hal itu cukup menjadi urusan staf kepresidenan.

" Banyak orang berbondong-bondong datang ke Istana dan ke rumah ini, tanpa saya tahu tujuan jelasnya, semua datang curhat tentang situasi yang terjadi, saya diamkan saja," kata Moeldoko.

Selanjutnya, Moeldoko prihatin dengan merebaknya isu kudeta di lingkungan Partai Demokrat. Dia menganggap isu tersebut beredar tanpa kejelasan.

" Saya sarankan menjadi seorang pemimpin adalah seorang pemimpin yang kuat, jangan mudah baperan, jangan mudah terombang-ambing, dan seterusnya, dan yang namanya kudeta ya pasti dari dalam masa iya dari luar," kata dia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto