Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:47wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Bobby Nasution akan Perkenalkan Medan Sebagai 'The Kitchen of Asia' di Festival Jalur Rempah 2021

Kamis, 15-April-2021 01:15

KRI Dewaruci memiliki waktu selama tiga hari berlabuh di Pelabuhan Belawan.
Foto : itk.ac.id
KRI Dewaruci memiliki waktu selama tiga hari berlabuh di Pelabuhan Belawan.
7

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution mengatakan Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 akan menjadi momentum dalam memperkenalkan Medan "The Kitchen of Asia".

"Di kota ini, selain banyak kuliner khas etnis di Indonesia, kuliner yang berasal dari negara-negara Asia juga mudah dijumpai," ucap Bobby ketika menerima rombongan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (14/4/2021).

Menurutnya, Pemkot Medan mendukung penuh acara Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 menggunakan KRI Dewaruci yang bersandar di Pelabuhan Belawan pada 23 September mendatang.

Apalagi kegiatan tersebut, lanjutnya, merupakan momentum bagi kebangkitan pariwisata Kota Medan dengan salah satu kawasan heritage atau warisan kota tua Kesawan.

Ia juga menjelaskan, di kawasan tersebut banyak dijumpai bangunan bersejarah, di antaranya rumah Tjong A Fie yang saat ini membutuhkan perbaikan di bagian atas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Dalam acara Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah nanti, kami menampilkan tarian dan kebudayaan di rumah Tjong A Fie. Kita berharap rumah Tjong A Fie sudah diperbaiki, sehingga acara lebih menarik," jelasnya.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan mengatakan KRI Dewaruci memiliki waktu selama tiga hari berlabuh di Pelabuhan Belawan.

"Kami ingin fokus acaranya tidak hanya di pelabuhan, tapi juga di tengah kota. Karena ini festival rempah, pasti terkait pangan, makanan, kuliner, dan jamu berbagai produk turunan, termasuk seni, historis dan seminar juga akan digelar," katanya.

 

Reporter :
Editor : Irawan HP