Netral English Netral Mandarin
13:53wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
BNPB Bilang Penyebab Utama Banjir Jakarta Karena Sistem Drainase, AA: Tak Berkualitas, Gubernur Lebih Sibuk Pencitraan Diri

Sabtu, 13-Februari-2021 18:20

Ade Armando
Foto : Twitter
Ade Armando
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akademisi Ade Armando mengungkapkan kalau banjir Ibukota disebabkan tak berfungsinya drainase, bukan karena luapan sungai. 

Apalagi, kata Ade kalau Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lebih sibuk membangun pencitraan diri dan tak berkualitas. 

"Penyebab utama banjir besar yang melanda Jakarta ternyata bukan karena luapan sungai, tapi karena tidak berfungsinya drainase. Ini terjadi karena DKI punya Gubernur yang tidak berkualitas dan lebih sibuk membangun pencitraan diri," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Sabtu (13/2/2021). 

Seperti dilansir, berbeda dengan sikap Pemprov DKI yang awalnya tak mengakui persoalan drainase, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) malah langsung memaparkan banjir di DKI Jakarta mayoritas disebabkan sistem drainase yang tidak berfungsi. Dari hasil survei PUPR, hanya 35 persen yang disebabkan oleh luapan sungai.

"Dari 83 lokasi banjir yang kami survei di DKI Jakarta, kami memperoleh 71 titik banjir disebabkan oleh drainase yang tidak berfungsi. Banjir tanggal 25 Februari lalu yang disebabkan sungai itu hanya sekitar 35 persen. Dibandingkan banjir yang disebabkan oleh drainase, itu lebih tinggi, yakni sekitar 65 persen," kata Kasubdit Perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai PUPR Bambang Heri Mulyono dalam konferensi pers "Penanggulangan Bencana" di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati