Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:32wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Bisnis Miniatur Produk Indonesia, dari Modal Nekat hingga Raih Omzet Ratusan Juta

Senin, 05-April-2021 16:30

Marissa Haryati, pemilik bisnis miniatur produk dari Bandung.
Foto : NNC/YC Kurniantoro
Marissa Haryati, pemilik bisnis miniatur produk dari Bandung.
5

BANDUNG, NETRALNEWS.COM – Apakah Anda sedang mencari ide bisnis? Jika ya, mungkin bisnis unik yang satu ini bisa menginspirasi Anda, yakni membuat dan menjual berbagai macam miniatur produk Indonesia. 

Adalah Pemilik Minie Craft dan Ini Kreasi, Marissa Haryati atau akrab disapa Marissa. Wanita yang tinggal di Kota Kembang Bandung ini sukses merintis usaha miniatur produk. Beragam miniatur produk yang dihasilkan berupa tempelan kulkas, gantungan kunci dan berbagai aksesoris yang mayoritas miniatur produk-produk Indonesia.

“Mulanya saya dan teman saya tertarik dengan miniatur dari Jepang dan Thailand. Sepertinya kalau dibuat versi Indonesia lucu dan unik. Kemudian kita ulik sendiri,” ujar Marissa saat ditemui Netralnews di workshop-nya di Bandung, Jawa Barat baru-baru ini. 

Marissa ingat, miniatur produk pertama kali yang dia buat adalah mi instan. Dia menilai mi instan merupakan produk yang sering dan gemar orang Indonesia konsumsi sehari-hari. Dia lantas menjual produk kepada teman terdekat dan disukai, membuka pameran dan antusias bagus, hingga akhirnya membuka toko di Paris Van Java, Bandung. 

Baca Juga :

“Kita lakukan nekat saja, beli mesin print sendiri saat itu. Ngulik produk sendiri setiap hari, dari mulai cara melipat, cara bisa memproduksi banyak dengan cepat dan setiap miniatur produk memiliki kesulitan yang berbeda-beda,” terang wanita yang merintis usahanya sejak 2013 ini. 

Tak terasa dari 2013 hingga 2021, sudah ada ribuan miniatur produk yang telah diproduksi. Dia bahkan kini berani menerima custom order dari konsumen. Di sisi lain, miniatur produk mi instan adalah produk yang paling laku, makanan sejuta umat, dan rasanya tidak ada orang yang tidak gemar dengan makanan instan tersebut. 

“Karena itu (mi instan) makanan sejuta umat dan orang pasti tidak ada yang tidak suka. Jadi itu yang paling digemari dan paling laku. Miniatur saja laku, bagaimana aslinya,” ujar Marissa sambil tertawa. 

Soal mencari ide miniatur produk, Marissa akui dengan pergi jalan-jalan ke supermarket dan melihat berbagai barang yang dibeli orang di keranjang belanja. 

Selain itu dia juga melihat peluang berbagai produk yang tengah digemari masyarakat, misalnya para penggemar boy band dan girl band dari Korea atau bahkan berbagai barang yang laku keras di tengah Pandemi Covid-19 seperti masker. 

Tidak hanya berhenti di satu desain kemasan, Marissa menyadari bahwa setiap produk secara berkala kerap mengganti kemasan. Perubahan itu juga yang diikuti oleh Marissa, sehingga miniatur produknya semakin beragam dan up to date. 

Marissa akui bahwa presentase kemiripan miniatur produk dengan produk aslinya mencapai 90 persen. Miniatur produknya juga sangat detail, hingga tulisan tanggal kedaluwarsa, komposisi dan barcode pun ditulis menyesuaikan yang aslinya. 

“Saya kan buat miniatur, tapi ada juga orang request dibuat mi instan tapi sebesar aslinya. Bahkan ada juga yang pingin dibuatkan produk mi instan tapi dengan ukuran yang justru lebih besar daripada aslinya. Unik juga,” ujar Marissa, ceritakan pengalaman berkesannya berkecimpung di dunia miniatur produk. 

Marissa menyadari bahwa usahanya adalah membuat miniatur produk dari berbagai merek, hingga muncul banyak pertanyaan apakah pihak perusahaan produk menuntut. Tapi justru malah buah manis yang Marissa dapatkan, berbagai perusahaan merek ternama justru memesan miniatur produk padanya, bahkan dengan permintaan dalam jumlah ratusan ribu tiap bulan. 

 “Tapi kita belum sanggup. Beda lah kalau buatan pabrik, mesin. Kalau ini kan hand made. Mesin tidak bisa membuat ini karena terlalu kecil. Tidak ada mesin yang bisa kerjakan sekecil ini. Jadi pihak mereka (pemilik merek produk) malah senang, order ke kita, ini kan bentuk iklan gratis,”jelas dia. 

Tidak hanya miniatur produk makanan, minuman dan aksesoris, Marissa juga merambah pada miniatur makanan khas Indonesia dengan bahan berbeda yakni clay. Dia akui membuat produk yang satu ini lebih sulit dan modalnya lebih mahal. 

Usaha miniatur produknya juga telah dilirik oleh para konsumen di luar negeri. Tidak heran, dia juga membuat miniatur berbagai produk dan bahasa beragam dari luar negeri. Sebut saja negara Arab Saudi, Dubai, Amerika dan Inggris. 

Harga yang ditawarkan juga masih terbilang terjangkau, yakni Rp 10 Ribu hingga Rp 50 ribu per barang. Produknya bisa dibuat untuk souvenir pernikahan dan ulang tahun, kenang-kenangan, hingga koleksi. 

“Jadi modal awal adalah beli printer sama modal nekat. Untuk omzet rata-rata ratusan juta. Lagi pandemi turun 50 persen, tapi masih ratusan juta. Diberkati Tuhan, luar biasa,” ujar Marissa. 

Ke depan Marissa ungkap, pihaknya sedang membuat versi doll house. Berbeda dengan miniatur produk, doll house ukurannya lebih kecil. Versi tersebut digunakan untuk membuat isi dari rumah boneka barbie, dengan target konsumen luar negeri. 

“Saya lagi buat versi doll house. Banyak customer dari luar negeri, Amerika dan UK, banyak kolektor,” tutup dia. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP