Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:36wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Biaya Buzzer Pariwisata Pemprov DKI Rp5 Miliar, FH: Saya Tidak Menyalahkan, Saya Hanya Ingin...

Minggu, 14-Februari-2021 14:41

Biaya Buzzer Pariwisata Pemprov DKI Rp5 Miliar, Ferdinand sebut Saya Tidak Menyalahkan, Saya Hanya Ingin Bertanya
Foto : Twitter/Liputan9
Biaya Buzzer Pariwisata Pemprov DKI Rp5 Miliar, Ferdinand sebut Saya Tidak Menyalahkan, Saya Hanya Ingin Bertanya
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Biaya influencer atau buzzer untuk Pemprov DKI Jakarta tahun 2020 sebesar Rp5 miliar ramai diributkan di sosial media.

Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang kerap mengkritik kebijakan Anies Baswedan ikut angkat bicara.

"Wowww..!! Keren juga Pemprov DKI Jakarta. Biaya influencer 5 M untuk pariwisata. Saya tidak menyalahkan pemprov dalam hal ini, saya hanya ingin bertanya 2 hal : 1. Siapa influencer yg dipakai? 2. Apa pendapat kaum oposisi, aktivis atas anggaran ini?," cuit Ferdinand, Minggu (14/2/21).

Cuitan Ferdinand berawal dari akun twitter Liputan 9 yang kembali mengunggaj Rancangan Prioritas dan plafon anggaran sementara tahun 2020 untuk sektor pariwisata di DKI Jakarta.

Dalam gambar tabel yang dilampirkan @Liputan9 muncul anggaran untuk membayar 5 influencer, yang angkanya sangat besar, lebih dari Rp 5 M.

Mengetahui besarnya anggaran tersebut, @Liputan9 mengatakan bersedia menjadi bagian dari 5 influencer tersebut.

Namun, dalam penelusuran Netralnews, berita tersebut sebenarnya bukan hal baru. Sebab, setahun sebelumnya sudah viral di media sosial.

Dilansir Kompas.com, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Edy Junaedi memberi klarifikasi soal anggaran Rp 5 miliar untuk membayar lima influencer pada tahun 2020.

Sebelumnya, anggaran ini diketahui berada dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020, yang baru-baru ini diperbincangkan.

Edy mengatakan, anggaran Rp 5 miliar itu akan digunakan pihaknya untuk berbagai macam kegiatan peningkatan pengunjung pariwisata di Jakarta.

Mulai dari belanja kegiatan pergelaran hingga untuk biaya publikasi atau iklan tempat wisata DKI Jakarta ke media melalui rangkaian acara yang diselenggarakannya.

“Bukan-bukan, saya luruskan bahwa anggaran itu bukan (honor) satu influencer Rp 1 miliar.  Di dalamnya itu ada macam-macam, ada belanja kegiatan event dan biaya publikasi,” ujar Edy di Gedung DPRD, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Ia juga menegaskan, pihaknya tidak hanya menggunakan influencer luar negeri untuk mempromosikan tempat pariwisata di Jakarta. Sebab dalam anggaran itu, pihaknya pun mengundang influencer maupun blogger dari Indonesia untuk mempromosikan tempat pariwisata di Jakarta.

“Tidak juga (menggunakan influenser luar negeri). Ini lebih ke iklan, contoh kami bikin event seperti Jakarta Museum Marathon, lalu kami undang para influencer dan blogger, nanti like paling banyak dapat hadiah,” kata Edy.

Sebelumnya, rencana anggaran DKI Jakarta untuk tahun 2020 tengah viral di media sosial. Tepatnya terkait anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk membayar lima influencer pada tahun depan.

Kelima influencer itu rencananya diminta untuk membantu mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta kepada warganet yang menjadi pengikutnya (followers) di media sosial.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto