Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:04wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Berkat Digitalisasi, Masyarakat Indonesia Tak Punya Rekening Bank Diprediksi Kurang dari 20 Persen Pada 2025

Jumat, 02-April-2021 23:15

Ilustrasi buku tabungan bank.
Foto : bankrate.com
Ilustrasi buku tabungan bank.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kekuatan bank digital di Indonesia menjadi kunci keberhasilan institusi finansial dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi. Perbankan digital juga mampu memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berubah.

Laporan Fintech and Digital Banking 2025 (Asia Pacific) IDC InfoBrief edisi kedua yang dilakukan oleh Backbase menunjukkan bahwa perbankan di Indonesia sedang mempercepat laju investasi pada sektor teknologi untuk menjawab tantangan pasar dalam berkompetisi dengan sektor fintech dan platform digital lifestyle.  

Selain memperbaiki tata kelola dan regulasi, pelaku perbankan di Indonesia juga akan berfokus pada pemanfaatan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pendapatan dan customer engagement.

Laporan itu juga menyoroti jumlah masyarakat tanpa rekening bank di Indonesia diperkirakan akan berkurang hingga di bawah 20 persen pada 2025.

Sementara itu, bank konvensional semakin fokus merespon perubahan perilaku konsumen. IDC memperkirakan setidaknya 40 persen dari nasabah perbankan di Indonesia akan mendapatkan layanan onboarding oleh bank atau pihak ketiga dan layanan e-KYC pada tahun 2025.

Pada saat yang sama, bank-bank Tier 1 dan Tier 2 di Indonesia akan menawarkan setidaknya lima layanan ekosistem digital lifestyle.

Melalui keterangan tertulis yang dikutip Jumat (2/4/2021), Regional Director for ASEAN & South Asia, Backbase, Riddhi Dutta, mengatakan, dengan semakin meningkatnya  tantangan dari fintech dan platform digital lifestyle, bank-bank konvensional di Indonesia semakin menyadari kebutuhan untuk berinvestasi pada teknologi.

"Dengan berinvestasi pada sistem arsitektur modular, akan memungkinkan institusi keuangan untuk membuat dan mengubah proses, produk, atau kanal bisnisnya sesuai kebutuhan dan memenuhi perubahan kebutuhan nasabah Indonesia dengan lebih baik," ujarnya.

Untuk diketahui, perbankan digital di Asia Pasifik mengalami peningkatan jumlah nasabah hingga 3 kali lipat lebih besar daripada bank konvensional pada 2019/2020.

Bank-bank terkemuka telah memfasilitasi setidaknya 50 persen dari pertumbuhan transaksi dan interaksi pelanggan secara digital.

Bank-bank di kawasan Asia Pasifik juga akan berfokus pada digitalisasi layanan pinjaman dan simpanan mereka.

 

Reporter :
Editor : Irawan HP