Netral English Netral Mandarin
banner paskah
19:17wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Berharap Umat Kristiani Mau Menerima Kembali 2 Mualaf Ini, FH: Ditambahin Bonus pun, Nggaklah!

Minggu, 04-April-2021 15:15

Felix Siauw dan Yahya Waloni
Foto : Twitter/Ferdinand
Felix Siauw dan Yahya Waloni
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ferdinand Hutahaean menanggapi cuitan warganet yang meminta agar umat Kristiani mau menerima kembali 2 orang mualaf yakni Felix Siauw dan Yahya Waloni.

Akun tersebut bernama Sriana @SrianaDevi yang mengatakan: “Maaf Saudara ku Umat Kristiani, Boleh nggak kami kembalikan 2 Domba yang tersesat ini? Yth @KatolikG @ProtestanLucu?” 

Ferdinand Hutahaean pun membalas.

“Ditambahin bonuspun ngga lah,” kata Ferdinand, Minggu (4/4/21).

Sejumlah netizen menanggapi.

@kaboet_rimba93: “Tolong bang pas jam makan siang jangan tampilkan gambar mereka .. Hilang selera makan ini.”

@setya009: “Setelah diamati dgn seksama, ternyata 2 makhluk itu bukan Domba... Bulunya saja yg seperti bulu Domba..” 

Sebelumnya diberitakan, Yahya Waloni dalam isi ceramahnya menyebut bahwa Firman Tuhan umat Kristen semua palsu.

Pernyataannya tersebut dapat dilihat dalam video yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam dengan judul ‘Mengupas Tentang Kekristenan.’

“Di Kristen omong kosong hari Minggu pagi firman Tuhan. Firman Tuhan apa, saya yang bikin kok. Palsu semua. Omong kosong, gak ada yang betul. Palsu semua,” ujar Yahya.

Baca Juga: Beda dengan Yahya Waloni, Ustaz Dasad Latif Bubarkan Pengajian Demi...

Bukan hanya itu, Yahya juga bahkan menantang umat Kristen untuk melaporkannya.

“Saya begini keras, ceramah ke sana kemari orang Kristen gak lapor saya ke pengadilan. Coba lapor, coba laporkan saya, baru doktor saya akan muncul,” ujar Yahya.

Ceramah Yahya Waloni itu lantas mengundang banyak kecaman dari warganet.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto