Netral English Netral Mandarin
05:19wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Berenang Bersama Ubur –ubur Tanpa Sengat di Danau Kakaban Indonesia, Hanya 2 di Dunia

Minggu, 28-Maret-2021 16:00

Berenang bersama ubur-ubur Danau Kakaban.
Foto : indonesia.travel
Berenang bersama ubur-ubur Danau Kakaban.
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah Anda memiliki bayangan fantasi berlibur dengan berenang bersama ubur –ubur? Jika ya, Danau Kakaban bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib masuk dalam bucket list Anda. 

Anda tidak usah khawatir dan takur apabila akan disengat oleh ubur-ubur di lokasi ini, pasalnya ubur-ubur di lokasi ini tidak menyengat lho. Menarik bukan? Anda tentu akan bisa menyapa langsung hewan yang satu ini, sekaligus berfoto dan menghasilkan potret yang anti mainstream.

Pulau Kakaban dalam bahasa daerah adalah pulau yang “memeluk”. Jadi Pulau Kakaban artinya “sebuah pulau yang memeluk danau”. 

Luasnya sekitar 5 km², berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar, menjadi danau. Secara administratif, Danau Kakaban termasuk wilayah Kabupaten Bera, Kalimantan Timur. 

Danau Kakaban adalah air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban, ditambah dengan air dari dalam tanah dan air hujan sejak 2 juta tahun yang lalu. Danau ini merupakan danau prasejarah, yaitu zaman peralihan Holosin.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wisatawan yang ingin berenang di danau ini, diantaranya larangan penggunaan kaki katak atau fin. Alasannya karena ubur –ubur rentan dengan sentuhan, sehigga disarankan berenang dengan telanjang kaki. 

Wisatawan yang akan berenang juga disarankan untuk menggunakan kaca mata, agar terhindar dari rasa perih. Meski sebenarnya air di danau ini payau, namun diketahui ada kandungan garam. 

Wisatawan juga diminta untuk menghindari penggunaan sun screen atau sun block karena mengandung bahan kima. Bahan kimia dinilai bisa mencemari air danau dan menganggu kehidupan ubur –ubur. 

Danau unik ini memiliki empat jenis ubur –ubur, salah satunya adalah ubur –ubur jenis Cassiopea ornata yang berukuran 15 -20cm. Cerita simbiosis ini juga sangat menarik karena ubur –uburnya menempatkan algae pada bagian kakinya, karena ganggang berkepentingan untuk mendapatkan matahari sebagai sarana melakukan fotosintesa, sang ubur –ubur berjalan dengan terbalik. Kaki ke atas dan kepala ke bawah. 

Ada pula Ubur –ubur Aurelia aurita dengan ukuran 5 -50cm. Ada pula Ubur –ubur kotak yang besarnya seukuran ujung jari telunjuk, dengan nama latin Tripedalia cystophora dengan 7 -10mm. Selain itu ada Ubur –ubur Totol, dengan nama latin Mastigias papua dengan ukuran 1 -20cm.

Hewan yang ada di danau ini juga memiliki cahaya yang lebih berwarna –warni ketika hari semakin gelap. Diduga pada danau ini banyak akan dijumpai jenis –jenis baru. 

Di dunia, tempat seperti ini hanya dijumpai di Danau Ubur –ubur Palau, Kepulauan Micronesia di Kawasan Tenggara Laut Pasifik. Pulau Kakaban sendiri merupakan satu –satunya pulai di Indonesia yang mempunyai danai di tengah. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP