Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:21wib
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Rizieq Shihab dengan pidana penjara selama dua tahun dalam kasus dugaan pelanggaran kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat. Mabes Polri mengklaim ada 1.864 kasus yang ditangani menggunakan pendekatan restorative justice (keadilan restoratif) sepanjang 100 hari kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat.
Berbeda di Dunia, Kata Tengku Zul di Indonesia Komunis Culun

Rabu, 21-April-2021 08:42

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menggambarkan keadaan Komunis di Indonesia.

Berbeda dengan di belahan dunia yang tampak biadab, menurut Tengku Zul, komunis di Indonesia digambarkan baik dan culun.

Bahkan komunis terkesan menjadi korban kebiadaban tentara dan Kyai, atau pun santri.

"Di belahan dunia Komunis biadab bunuh jutaan orang. Di NKRI Komunis mulai digambarkan baik, culun, korban kejahatan Tentara dan Kiyai serta Santri," kata Tengku Zul dalam akun Twitternya.

Ia mencontohkan pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 dengan memproklamirkan Republik Soviet, yang jadi korban dan seakan-akan jahat, Mohammad Hatta.

Begitu halnya peristiwa G30S/PKI tahun 1965, dalam peristiwa tersebut seolah-olah yang jahat Mantan Presiden Soeharto. Ia pun minta mewaspadai gerakan komunis. 

"PKI memberontak tahun 1948 proklamasikan Republik Soviet, yg jahat Muhammad Hatta PKI 1965 yg jahat pak Harto dan ABRI.

Waspada...," ujarnya 

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati