Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:17wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Haikal: Beras, Gula, Garam Era Soeharto Hasilkan Uang Buat Rakyat, Kini Mencekik Rakyat bahkan RI1 pun Dicuekin..

Jumat, 19-Maret-2021 15:30

Haikal Hassan Baras
Foto : Istimewa
Haikal Hassan Baras
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keputusan Pemerintah RI mengimpor beras hingga garam menuapi pro dan kontra. Haila Hassan Baras salah satunya sangat mengecam kebijakan tersebut. 

Ia membandingkan situasi saat ini dengan situasi di masa Soeharto dimana justru mengekspor sementara sekarang diimpor oleh begundal mafia. 

“BERAS, GULA, GARAM, KEDELAI di era Soeharto Alm di eksport dan menghasilkan uang buat rakyat. Kini, komoditas itu di Import begundal mafia dan mencekik rakyat. Bahkan saat panen raya. Pesan RI1 pun dicuekin. Siapa mereka yg berani lawan negara?” kata Haikal, dinukil NNC Jumat (19/3/21).

Sebelumnya diberitakan, selain beras, Pemerintah juga impor garam. Hak ini seperti diungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Trenggono menyebut pemerintah telah memutuskan akan melakukan impor garam sebanyak 3 juta ton.

Menurut Trenggono, keputusan diambil dalam sebuah rapat yang dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Berdasarkan neraca stok industri (garam) kita (sebanyak) 2,1 juta, kemudian impor diputuskan 3 juta," katanya pada rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI pada Kamis (18/3).

Ia menyebut importasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur sebesar 3,9 juta ton, aneka pangan 1,3 juta ton, dan lainnya 2,4 juta ton.

Masih membuka keran impor garam, namun ia menyatakan pemerintah akan membenahi sisi produksi untuk meningkatkan produksi garam rakyat.

Caranya, meningkatkan produktivitas dari 60 ton per hektar (Ha) per musim menjadi 120 ton per Ha per musim.

"Di beberapa tempat sudah kami lakukan, termasuk di antaranya integrasi lahan garam untuk peningkatan produktivitas," katanya dinukil CNN Indonesia.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono menyatakan akan mengawasi impor garam yang dilakukan pemerintah, agar kebijakan itu tidak memberatkan pada para petambak garam rakyat.

"Kami akan awasi betul, bagaimana impor garam ini tidak berimbas kepada garam konsumsi yang selama ini cukup dipasok oleh garam lokal," kata Ono.

Ia menambahkan persoalan garam di Indonesia ini tidak kunjung selesai, karena ada perbedaan data antara Kementerian Perdagangan dan juga KKP. Seharusnya, lanjut Ono, pemerintah bisa mengetahui kebutuhan yang sesungguhnya dan asal pasokannya, mana yang dari garam lokal dan industri.

Sebagai informasi, tahun lalu, pemerintah memperkirakan kebutuhan garam nasional mencapai 4,5 juta ton sedangkan produksi dalam negeri berkisar 3,5 juta ton.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto