Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:48wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Bendungan Tukul Diresmikan Jokowi di Tanah Kelahiran SBY Ternyata Sudah Dibangun Sejak 2013

Senin, 15-Februari-2021 13:50

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan bendungan Tukul yang berada di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/2/2021).
Foto : Biro Humas Pemprov Jawa Timur
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan bendungan Tukul yang berada di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/2/2021).
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Minggu (14/2/2021). 

Pembangunan Bendungan Tukul merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk menambah kapasitas tampungan air di wilayah sekitarnya sehingga suplai air irigasi akan tetap terjaga.

Peresmian bendungan yang terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari tersebut ditandai dengan penekanan  tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.  

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan Bendungan Tukul memiliki peran sangat penting bagi Kabupaten Pacitan di antaranya untuk mengairi sawah atau air irigasi, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir. 

"Dengan kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik, bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar yaitu mengairi 600 hektar sawah, sehingga akan meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija, menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija," kata Presiden Jokowi, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Senin (15/2/2021). 

Selain untuk mengairi irigasi, Menteri PUPR mengatakan, Bendungan Tukul berfungsi untuk mereduksi banjir sebesar 42,21 m3/detik, berpotensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 2x132 KW, konservasi sumber daya air, dan pariwisata. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena telah menempatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) di antaranya 6 bendungan di Jawa Timur. 

Selain Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan juga dibangun Bendungan Tugu dan Bagong di Trenggalek. 

"Insya Allah Juni 2021 sudah siap pengisian air (Impounding). Selanjutnya Bendungan Bendo di Kabupaten Ponorogo, Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro, dan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk juga telah siap untuk impounding," ujar Khofifah Indar Parawansa. 

Pembangunan Bendungan Tukul telah diselesaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dan mulai dilakukan pengisian awal (impounding) sejak 1 September 2020. 

Bendungan ini merupakan tipe bendungan urugan random zonal inti tegak dengan tinggi puncak 70,3 meter, panjang puncak 233 meter, volume tampung sebesar 8,68 juta m3, dan luas area genangan 44,81 Ha.

Bendungan Tukul mulai dibangun sejak tahun 2013 hingga 2021 dengan anggaran APBN sebesar Rp904,4 miliar. 

Sebagai kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero) dan  konsultan supervisi PT KSO, PT Mettana, PT Anugrah, Kridapradana, PT Bina Karya (Persero).  

Sebagai informasi, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lahir dekat wilayah bendungan tersebut dibangun, tepatnya di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 Septermber 1949.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP