Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:24wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Bela HRS dan Ancam Serukan Jihad, FH ke Amien Rais: Kau Pikir Kau Siapa?

Kamis, 22-April-2021 20:00

Ferdinand Hutahaean dan Amien Rais
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean dan Amien Rais
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menggapai ancaman politisi senior, Amien Rais yang akan menyerukan jihad.

Seruan ancam jihad disampai Amien Rais untuk membela Rizieq Shihab tatkala mendapat cecaran dalam sidang kasus kerumunan di PN Jaktim.

Ferdinand menyayangkan ancaman yang disampaikan Amien Rais. Menurutnya Indonesia adalah negara besar. Ia pun mempertanyakan ancaman yang dilontarkan Amien Rais.

"Ngancam mulu orang ini. Jangan begitulah, ini negara besar bernama Indonesia yg dihuni 270 Juta lebih warga. Kau pikir kau siapa? Maha warga? Maha kuasa? Atau maha jago?" kata Ferdinand dalam akun Twitternya.

Menurutnya hidup akan lebih indah dengan menghormati hukum, dan bukan dengan cara mengancam.

"Hidup kita lebih indah dgn menghormati proses hukum yg berjalan, bkn ngancam2," ujar dia.

Persidangan Habib Rizieq Shihab yang merupakan terdakwa dari kasus kerumunan terus menerima fakta yang pelik.

Pasalnya, sedari awal persidangan tersebut beberapa pihak mulai tak setuju dengan cecaran pada Habib Rizieq dalam persidangan tersebut.

Salah satu orang yang tak menyetujuinya adalah Amien Rais. Bahkan ia menyerukan jihad tersebut menurut Habib Rizieq terus menerima cecaran dalam sidang tersebut.

Amien Rais sempat menyenggol peristiwa di Khasmir, India saat kalimat 'Haya Alal Jihad' berkumandang di wilayah tersebut yang menandakan seruan jihad.

Kemudian Amien Rais memberi tekanan jika perlakuan tak baik diterima Habib Rizieq, maka seruan jihad besar bisa berkumandang di Indonesia sama seperti di Khasmir, India.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati