Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:23wib
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan 17 titik periksa yang sebelumnya disiapkan untuk pengamanan mudik sebagai pos pemeriksaan Surat Izin Keluar-Masuk. Dua hari ke depan diperkirakan akan terjadi lonjakan masyarakat yang nekat mudik Idulfitri 2021.
Bela Anies Soal Tugu Sepeda, Musni: Semua Program untuk Rakyat, Semua Janji Politik Dilaksanakan

Sabtu, 10-April-2021 18:20

Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
Foto : Istimewa
Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar
10

LJAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar membela Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Ahmad Riza Patria terkait proyek pembangunan tugu sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat yang menuai kritik dari banyak pihak.

Menurut Musni, semua program yang dijalankan Anies-Riza semata-mata untuk rakyat. Ia mengklaim pemihakan Anies dan Riza ke rakyat sangat jelas dan sudah dirasakan manfaatnya.

Hal tersebut disampaikan Musni mengomentari pemberitaan media soal kritik Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta terhadap Anies terkait pembangunan tugu sepeda.

"Semua program yang dijalankan Anies-Ariza untuk rakyat. Pemihakan ke rakyat jelas dan dirasakan," tulis Musni di akun Twitternya, Sabtu (10/4/2021).

Bahkan, Musni berpendapat jika janji politik Anies dan wakilnya terdahulu, Sandiaga Uno di Pilkada DKI 2017 lalu, semuanya dilaksanakan.

"Semua janji politik Anies-Sandi dilaksanakan," cuit Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta itu.

Musni lantas menyarankan supaya Fraksi PDIP mengkritik diri sendiri karena banyak janji kader partai berlambang banteng itu yang belum terealisasi.

Lebih lanjut, Musni mengingatkan jika anggaran untuk pembangunan tugu sepeda bukan dari APBD DKI.

"Semoga bisa kritik diri janji-janji petugas partai banyak tidak dilaksanakan. Biaya bangun tugu sepeda bukan dari APBD," kata @musniumar.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyampaikan pembangunan tugu sepeda akan menelan anggaran senilai Rp 800 juta. Menurutnya, anggaran tersebut tidak menggunakan dana APBD.

"Tugu sepeda ini dapat anggaran dari kewajiban pihak swasta, pihak ketiga. Kemudian nilainya kurang-lebih Rp 28 miliar, termasuk tugunya yang Rp 800 juta," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Menurut Riza, pembangunan tugu sepeda ini bertujuan memberi ruang, khususnya kepada para pelaku seni, untuk berkreasi demi memperindah Ibu Kota. 

"Itu kan memberi ruang untuk pelaku seni berkreasi, seni untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas dan mempercantik Jakarta. Anggaran dari pihak ketiga," jelas politisi Partai Gerindra itu.Proyek pembangunan tugu sepeda oleh Pemprov DKI Jakarta itu mendapat kritik dari banyak pihak, salah satunya Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak. Ia mempertanyakan makna dan tujuan pembangunan tugu sepeda itu serta apa manfaatnya bagi warga Jakarta.

"Tugu itu dibangun untuk menghormati seseorang/sesuatu yang legendaris, dengan pengorbanan atau patriotiknya. Apa yang legendaris dari sepeda?" kata Gilbert kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).

"Akan rusak sebuah kota kalau dipimpin dengan cara-cara seperti ini, karena kepentingan sekelompok lalu dibuat tugu di Ibukota dan di jalan utama/protokol," tegasnya.

Menurut Gilbert, jika Gubernur Anies ingin meninggalkan warisan dari hasil kerjanya, maka seharusnya membuat kebijakan yang pro rakyat, bukan seperti proyek tugu sepeda.

"Pernyataan yang muncul juga membela membabi buta. Ini akan menjadi catatan buat kita dan masyarakat, kalau mau buat legacy, adalah dengan kebijakan yang pro rakyat seperti dilakukan para Gubernur sebelumnya," jelas Gilbert.

Lebih jauh, Gilbert mengingatkan supaya Gubernur Anies fokus pada sejumlah masalah yang ada saat ini, seperti menjelaskan kasus Formula E, PD Sarana Jaya, Jaklingko, dan rumah DP Rp 0.

"Masalah yang ada sekarang, lebih baik fokus jadi Gubernur dari pada terkesan seperti vlogger/blogger. Kalau dulu dulu tidak ada Wagub, sekarang kesannya gubernur yang tidak bekerja optimal, seperti menjelaskan kasus Formula E, Sarana Jaya, Jaklingko yang tidak sesuai janji, Rumah Rp DP 0 yang jauh dari target dan lain-lain," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati