Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:04wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Bela Anies, Musni Umar: Banjir Fenomena Alam yang Tak Bisa Dibendung Oleh Siapapun

Senin, 22-Februari-2021 15:10

Anies saat megnunjungi banjir di Cipinang.
Foto : Republik
Anies saat megnunjungi banjir di Cipinang.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar mengomentari banjir yang melanda sejumlah daerah di Ibu Kota pada Sabtu (20/2/2021). Ia menyebut banjir itu terjadi akibat hujan ekstrim di Jakarta dan sekitarnya beberapa hari terakhir.

"Jakarta dilanda banjir. Itu terjadi akibat curah hujan yang sangat ekstrim, sudah beberapa malam, dan tadi malam luar biasa ekstrimnya hujan itu, tadi pagi sampai siang juga turun hujan dan itu mengakibatkan banjir terjadi di Jakarta.Sudah ada ribuan pengungsi yang mengungsi di beberapa tempat," kata Musni dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Sabtu (20/2/2021).

Musni kemudian menyinggung kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sebagai salah satu titik terparah yang dilanda banjir pada Sabtu kemarin. Menurutnya, Kemang memang menjadi langganan banjir dan belum bisa diatasi karena wilayah tersebutmerupakan dataran rendah.

"Yang kita saksikan banjir itu di jalan raya Kemang. Memang jalan raya Kemang ini sudah langganan setiap tahun selalu banjir dan belum bisa diatasi karena memang sangat rendah tempatnya dan apalagi ada kali yang meluap dari sekitar itu," ujarnya.

Selain itu, Musni juga memberikan pandangannya soal banjir di sejumlah titik yang belum surut dalam kurun waktu enam jam sebagaimana target Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia berpendapat, genangan di beberapa titik belum surut karena adanya banjir kiriman dari hulu seperti dari Bogor dan daerah penyangga lainnya yang mengakibatkan sungai meluap.

"Ada janji gubernur bahwa enam jam setelah turun hujan itu akan surut banjir, tapi ini tidak terjadi karena daerah Bogor, kemudian Puncak, Bekasi dan Depok itu hujan di sana cukup ekstrim dan mengakibatkan luapan air itu sampai di Jakarta. Dan kalau air masih meluap, tidak mungkin banjir itu bisa surut," ungkapnya.

"Yang kedua, juga yang membuat sulit surut itu kalau hujan masih terus terjadi. Kita bersyukur sore hari ini sudah tidak ada hujan, mudah-mudahan nanti malam juga sudah tidak ada hujan sehingga makin cepat surut kawasan yang banjir," sambungnya.

Meski demikian, Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu menilai jika titik banjir di Jakarta tahun ini tidak begitu banyak."Tapi kawasan banjir ini tidak begitu banyak, itu hanya sekitar 1,6?ri total kawasan di Jakarta ini. Jadi tidak begitu banyak tempat. Dan di Jalan Thamrin yang sebagai pusat perkantoran, pusat kota dan juga jalan Sudirman, termasuk di Monas, alhamdulillah itu tidak banjir," ucap dia.

Lebih jauh, Musni berharap curah hujan di Ibu Kota dan sekitarnya tak lagi se-ekstrim beberapa hari terakhir, sehingga genangan air di sejumlah wilayah cepat surut. "Mudah-mudahan kondisi ini di masa-masa mendatang tidak lagi sehebat curah hujan yang kita alami beberapa hari ini terutama di malam di hari sehingga banjir ini bisa surut," terangnya.

Dalam video itu, Musni juga berpendapat bahwa banjir adalah fenomena alam yang tak bisa dibendung oleh siapapun. Menurutnya, yang bisa dilakukan hanyalah mencegah dampak negatif dari banjir itu.

"Banjir ini adalah fenomena alam yang tidak bisa kita bendung. Siapapun juga tidak bisa bendung, yang bisa kita lakukan adalah mencegah dampak negatif dari banjir itu," jelasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani