Netral English Netral Mandarin
banner paskah
17:10wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Ngeri! Ungkap Beberapa Gereja Jadi Target Bom, DS: Mereka Sudah Siap Rangkaian Bom supaya Aksi Lebih Berasa tapi...

Senin, 29-Maret-2021 19:33

Denny Siregar
Foto : Terkini.id
Denny Siregar
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menanggapi kasus penangkapan teroris di wilayah Condet, Jakarta Timur. Denny menyebut mereka bersiap akan meledakkan bom di sejumlah gereja.

“Mereka sudah siap bikin rangkaian bom di beberapa Gereja supaya aksi terornya lebih berasa.. Tapi pihak  @DivHumas_Polri lebih sigap, meski kecolongan satu di Makassar yang Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, selain pelaku bom itu sendiri.” kata Denny, Senin malam (29/3/21).

Sebelumnya diberitakan, Setelah insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Densus 88 bergerak melakukan penggerebekan terduga teroris di dua lokasi. Dua lokasi tersebut yakni di Condet, Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat.

Penggerebekan ini dilakukan Senin (29/3/2021) dengan barang bukti berupa bom rakitan dan bom siap ledak. Belum diketahui pasti berapa orang yang diringkus dalam penggerebekan ini.

Namun, dipastikan seorang wanita telah diamankan. Lantas apa kesamaan dan hubungan penggerebekan terduga teroris ini dengan bom bunuh diri di Makassar yang terjadi, Minggu (28/3/2021) kemarin?

Menukil Tribunnews, iduga kuat penggerebekan terduga teroris ini masih memiliki kaitan dengan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Mengingat pelaku bom bunuh diri di Makassar merupakan salah satu jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Namun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih belum memberikan keterangan lebih lanjut. 

Meski demikian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, menggunakan bom panci.

Hal itu diungkapkan Kapolri saat meninjau langsung lokasi ledakan bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Minggu (28/3/2021) malam.

"Ledakan yang tadi menggunakan bom jenis panci," kata Listyo Sigit.

Kedua pelaku berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu, kata dia, merupakan Jaringan Ansharut Dulah (JAD). Dimana, 20 pengikut dari JAD itu telah diamankan sebelumnya oleh Densus 88 di beberapa lokasi di Sulsel, pada Januari lalu.

"Terkait dengan identitas pelaku kita sudah dapatkan, yang bersangkutan berinsial L. Yang bersangkutan merupakan kelompok dari beberapa pelaku yang beberapa waktu lalu kita telah amankan (JAD)," ujar Listyo.

"Jadi ini adalah bagian dari kelompok beberapa waktu lalu yang kita amankan, kurang lebih 20 orang dari kelompok JAD," sambungnya.

Kelompok JAD itu lanjut Listyo, pernah melakukan kegiatan aksi teror di Dolo Philipina.

"Kelompok ini tergabung atau terkait dengan kelompok yang pernah melaksanakan kegiatan operasi di Dolo Philipina Tahun 2018," terangnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto