Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:27wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Harus Diakui Ayat Hadis Sering Jadi Pembenar Teroris, Ulil: Banyak Ulama Berusaha Mendudukkan Contohnya Quraish Shihab tapi...

Selasa, 30-Maret-2021 19:20

Ulil Abshar Abdalla
Foto : Istimewa
Ulil Abshar Abdalla
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ulil Abshar Abdalla menjelaskan pertanyaan mengapa kaum jihadis tidak percaya penjelasan ulama seperti Dr Quraish Shihab yang selama ini dikenal moderat dan pro Kebhinekaan Indonesia.

Penjelasan itu disampaikan karena ada seorang netizen bernama @b_irstn bertanya: “Kenapa para jihadis ndak percaya pada penjelasan ulama spt Dr. Quraish Shihab?”

Selasa (30/3/21), Ulil pun menjawab: "Karena bagi kaum jihadis, ulama seperti Quraish Shihab itu tidak dianggap "reliable". Bagi umumnya kaum jihadis ini, ulama yg mereka percaya hanya ulama salafi yg jihadis juga."

Lebih jauh, sebelumnya Ulil menyampaikan beberapa pemikiran terkait aksi bom di Makassar yang membuat heboh bangsa Indonesia baru-baru ini. 

“Sikap terbaik kita saat ini adalah: menyadari bhw ada masalah dg sebagian kelompok2 Islam yg memakai ayat/hadis untuk melakukan bom bunuh diri. Kedua: kutuk tindakan mereka ini secara konsisten, supaya tidak terjadi normalisasi,” kata Ulil. 

“Umat Islam harus mengakui dg jujur, bhw memang ada ayat2 dan hadis yg potensial dijadikan pembenar untuk terorisme. Ayat2 perang dlm Qur'an sudah sering dijadikan sbg pembenaran. Begitu jg sejumlah hadis ttg jihad,” masih kata Ulil.

"Belum lagi, sirah atau biografi Nabi yg memang berisi banyak kisah tentang peperangan. Sirah yg sarat kisah perang ini, dengan mudah, bisa "dieksploitasi" untuk melegitimasi tindakan terorisme. Tambahan lg: fiqh klasik kita jg buanyak sekali berisi penjelasan soal jihad," tuturnya.

“Banyak ulama yg sudah berusaha mendudukkan ayat2 dan hadis perang itu, sejak dulu hingga sekarang. Contoh terbaik adalah Dr. Quraish Shihab yg menulis buku khusus ttg ini. Problemnya, kaum jihadis ini ndak percaya pada penjelasan ulama/sarjana seperti ini,” pungkas Ulil.

Sementara itu, secara terpisah diberitakan, pihak kepolisian telah memastikan bahwa pelaku bom bunuh diri di Katedral Makassar merupakan pasangan suami istri, L dan YSF, yang baru menikah 6 bulan lalu. Tetangga mengenal L sebagai sosok yang baik dan ramah, namun menjadi tertutup sejak menikah.

Setelah menikah, L dan YSF diketahui tinggal di sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Tinumbu, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar. Polisi pun telah menggeledah lokasi itu.

"Iya betul rumah kontrakannya ini, motor yang dia gunakan juga betul," kata salah seorang warga, Sudirman, seperti dikutip Liputan6.com. Senin (29/3).

Sudirman menuturkan bahwa sebelum menikah L tinggal bersama ibunya, tak jauh dari kontrakannya. Rumah milik ibunda L juga sudah digeledah polisi.

"Setelah menikah baru mereka pindah dan ngontrak sendiri," ucap Sudirman.

Sebelum menikah, L sendiri dikenal sebagai warga yang baik dan ramah kepada tetangganya. Namun sikap L kemudian berubah setelah menikah, dia menjadi tertutup dan pendiam.

"Dia akrab sama warga sini, nanti setelah sudah nikah baru warga tahu latar belakangnya bahwa dia begitu," ucapnya.

Sementara itu, ketua RT di mana kedua terduga pelaku bom bunuh diri itu tinggal, Nuraeni mengatakan bahwa L memang diketahui berasal dari keluarga yang agamis. "Orangnya sabar, keluarga agamais, tidak disangka karena orangnya pendiam," ucap Nuraeni.

Senada dengan apa yang diucapkan Sudirman, Nuraeni menyebutkan bahwa tidak hanya sikap L yang berubah setelah menikah, penampilannya pun ikut berubah. "Setelah dia menikah rambutnya sudah dicukur pendek, terus janggutnya dikasih panjang," ucapnya dinukil Detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto