Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:24wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Bank Indonesia akan Kembangkan Rupiah Digital, Begini Kata Pakar Trading Bitcoin 

Sabtu, 27-Februari-2021 12:52

Bank Indonesia
Foto : bi.go.id
Bank Indonesia
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rencana Bank Indonesia untuk membuat rupiah digital atau central bank digital currency dinilai positif. Hal itu karena rencana tersebut diyakini akan mendorong kekuatan sistem keuangan digital dalam negeri. 

"Jika nanti BI membuat mata uang digital justru malah baik, karena bisa ikut membesarkan ekosistem digital. Prinsipnya, digitalisasi hadir sebagai solusi atas permasalahan yang selama ini terjadi. Dalam hal ini, digitalisasi akan dapat menyempurnakan ekosistem finansial," ujar Oscar Darmawan CEO Indodax, salah satu platform trading Bitcoin di Indonesia, nya, di Jakarta, Sabtu (27/2/2021).

Oscar mengatakan, pengembangan sistem keuangan digital agar gampang dijangkau oleh siapa saja adalah langkah yang sangat baik. Diharapkan, prinsip efisiensi, transparan dan keamanan transaksi dapat diaplikasikan penuh pada rencana tersebut.

Ia menyatakan juga, central bank digital currency hadir untuk meningkatkan literasi keuangan digital, sehingga Indonesia tidak ketinggalan dengan negara lain di bidang mata uang digital.

Sebagai bentuk sumbang saran, ia mengusulkan pemerintah Indonesia bisa mengadopsi sistem blockchain. Pasalnya, sistem ini diyakini dapat menjadi solusi yang lebih efisien, lebih transparan dan lebih aman, sebagaimana keunggulan yang dihadirkan sistem itu.

Sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan bahwa central bank digital currency akan diciptakan juga dan menyatakan Bitcoin dan kripto bukan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Oleh karena itu Bank Indonesia hanya menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran.

Menanggapi hal ini, Oscar sepakat dan menjelaskan bahwa Indodax menghadirkan Bitcoin dan kripto lain sebagai komoditas untuk masyarakat Indonesia. Dengan demikian, Bitcoin dan aset kripto lainnya bisa dimiliki, disimpan kemudian dijual saat harga sudah tinggi, layaknya sebuah aset investasi.

"Bitcoin bukan alat pembayaran di Indonesia. Kami setuju dengan hal itu. Tetapi, Bitcoin dan kripto kami hadirkan sebagai aset atau komoditas untuk investasi atau trading, dan adanya rupiah digital ini justru akan mempermudah para trader kripto untuk bertransaksi karena sama-sama digital," kata Oscar.

Sebagai informasi, Bitcoin dan aset kripto serta pengembangnya sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah Indonesia, lanjutnya, semua itu diatur oleh Kementerian Perdagangan beserta BAPPEBTI sehingga, memiliki Bitcoin dan kripto bukanlah hal yang melanggar hukum.

Dia mengatakan, Bitcoin dan aset kripto tentu berbeda dengan fungsi mata uang digital yang akan dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Secara fundamental dan utilitas atau kegunaan, digital currency yang akan dikeluarkan nanti juga berbeda dengan kripto.

Dia menambahkan, kebijakan pembuatan mata uang digital tersebut tidak akan mengganggu lini bisnis dari pengembang atau developer Bitcoin, seperti Indodax.

"Aset kripto memiliki sifat yang cenderung spekulatif. Meski dipandang sebagai aset yang memiliki risiko tinggi, Bitcoin dan kripto lain juga memiliki potensi memberikan keuntungan dalam trading karena pergerakan harganya yang berdasarkan demand supply saja. Sifat-sifat seperti ini yang menjadi pembeda digital currency dan Bitcoin, ada perbedaan fungsi utility," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Oscar Darmawan menegaskan pihaknya sejalan dengan pemerintah ingin membentuk sistem keuangan digital untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan kesejahteraan masyarakat Indonesia bisa meningkat. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP