Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:22wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Banjir Halmahera Utara, 1.801 Jiwa Mengungsi

Senin, 18-January-2021 09:15

Jembatan penghubung Galela-Loloda putus diterjang banjir yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Utara itu, akhir pekan lalu.
Foto : poskomalut.com
Jembatan penghubung Galela-Loloda putus diterjang banjir yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Utara itu, akhir pekan lalu.
38

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Banjir melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu (16/1/2021) pukul 12.00 WIT dengan tinggi muka air 50 sampai 100 sentimeter.

Terdapat lima kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Kao Barat, Kecamatan Halmahera Utara, Kecamatan Galela Barat, Kecamatan Galela Selatan dan Kecamatan Loloda Utara. 

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, sebanyak 1.801 jiwa mengungsi akibat banjir tersebut. 

"Rincian dari kerugian materil akibat bencana tersebut antara lain satu unit jembatan terputus, 809 unit rumah terendam, tiga unit rumah terbawa banjir dan dua unit rumah rusak berat," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/1/2021). 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait, masyarakat dan relawan serta tim gabungan dalam melakukan evakuasi masyarakat terdampak.

Selain itu, BPBD Kabupaten Halmahera Utara juga mendirikan tenda pengungsi di perbatasan antara Desa Pitago dan Desa Kai. 

Adapun BPBD Kabupaten Halmahera Utata memantau banjir saat ini telah berangsur surut.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Provinsi Maluku Utara berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir.

Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga ditengah musim hujan yang akan terjadi di sejumlah wilayah hingga Februari 2021. 

"Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk," jelas Raditya.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP