Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:21wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Balas Teddy, Elit Demokrat Beberkan 12 Capaian SBY: Silahkan Bandingkan dengan Era Jokowi

Rabu, 13-January-2021 09:30

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Darmawan.
Foto : Istimewa
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Darmawan.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyentil Presiden Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menyebut 'Pak SBY sekarang jadi juru bicara Tuhan'.

Sentilan itu dilontarkan Teddy mengomentari tangkapan layar artikel dari salah satu media daring dengan judul berita "SBY Ingatkan Pemerintah: Jangan Bersikap dan Berpikir Begitu, Tuhan Tidak Suka".

Adapun artikel tersebut mengutip pernyataan SBY dalam tulisannya berjudul "Indonesia Tahun 2021, Peluang Untuk Sukses Ada, Jangan Kita Sia-siakan", yang diunggah di akun Facebook-nya, Jumat (8/1/2021).

"Pak @SBYudhoyono sekarang jadi juru bicara Tuhan. Siap-siap Somad, Gymnastiar, Rizieq and the gank kehilangan posisi," sentil Teddy lewat akun Twitter-nya, dikutip netralnews.com, Senin (11/1/2021).

Pada cuitan lainnya, Teddy menyebut kesulitan yang dihadapi bangsa dan pemerintahan saat ini tak lepas dari kepemimpinan SBY sebelumnya.

"Sudahlah Pak @SBYudhoyono.. Indonesia tidak akan sesulit sekarang ini, pak Jokowi tidak akan bekerja sekeras ini jika anda tidak pernah menjadi Presiden," kata @TeddyGusnaidi.

Cuitan Teddy yang menyindir Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu ditanggapi oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Darmawan.

Ossy menyebut, apa yang disampaikan Teddy bertolak belakang dengan fakta yang ada selama SBY menjabat presiden dua periode.

"Saya menyarankan ngetwit itu jangan sambil tidur. Akibatnya begini. Karena faktanya bertolak belakang dengan apa yang dia sampaikan," tulis Ossy di akun Twitter-nya, dikutip netralnews.com, Rabu (13/1/2021).

Ossy lantas membeberkan sejumlah prestasi SBY selama menjabat presiden dari 2004-2014. Berikut 12 capain SBY yang ditulis Ossy.

Beberapa fakta 10 tahun kepemimpinan SBY & Partai Demokrat :

1. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6%.

2. Berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 16,7% menjadi 10,89%.

3. Berhasil menurunkan angka pengangguran dari 11% menjadi 5,7%.

4. Berhasil menurunkan rasio utang terhadap PDB dari 56,6% menjadi 24,7%.

5. Berhasil meningkatkan cadangan devisa 3x lipat dari USD 36,3 miliar menjadi USD 111,8 miliar.

6. Berhasil meningkatkan APBN dan pendapatan perkapita bangsa Indonesia sebesar 4x lipat.

7. Berhasil melakukan pembangunan infrastruktur utamanya melalui program MP3EI yg bbrp proyeknya dibangun di era SBY & diresmikan di era Jokowi.

8. Berhasil memasukkan Indonesia sbg negara anggota G-20 pd 2008.

9. Berhasil melunasi utang IMF lebih awal dari waktu pelunasannya.

10. Berhasil menghentikan embargo terhadap militer Indonesia yang diberlakukan oleh Amerika dan negara maju lainnya.

11. Berhasil mendamaikan Aceh dan memberantas terorisme dari bumi Indonesia.

12. Berhasil menjaga demokrasi dan kebebasan masyarakat.

13. Dan capaian lainnya.

Setelah memaparkan sejumlah prestasi SBY itu, Ossy kemudian mempersilahkan untuk dibandingkan dengan capain era pemerintahan sekarang yang dipimpin Presiden Jokowi.

"Fakta-fakta yang saya sampaikan ini ada indikatornya semua. Nah, silahkan dibandingkan dengan yang sekarang ini. Harus jujur dalam menanggapi data. Indonesia sudah jauh lebih baik setelah SBY memimpin selama 10 tahun," cuit @OssyDermawan.

"Kesimpulan singkatnya, jika SBY tidak jadi Presiden selama 10 tahun, belum tentu Presiden Jokowi punya cukup uang, peluang dan kesempatan untuk membangun Indonesia lebih baik ke depan," jelas Ossy. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli