Netral English Netral Mandarin
01:36wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Seorang Remaja Kristen Rencanakan Aksi Teror ke 2 Masjid, HNW: Terinspirasi Teror di Christchurch

Kamis, 28-January-2021 11:35

Bakal Teror 2 Masjid, seorang Remaja Kristen Ditangkap, Hidayat Nur Wahid sebut mereka Terinspirasi Teror di Christchurch
Foto : mpr.go
Bakal Teror 2 Masjid, seorang Remaja Kristen Ditangkap, Hidayat Nur Wahid sebut mereka Terinspirasi Teror di Christchurch
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Gereja Nasional Singapura (NCCS) mengomentari kasus remaja yang tertangkap merencanakan aksi teror ke dua masjid Maret nanti. Menurut mereka, kasus tersebut harus menjadi pengingat para pendeta dan komunitas Nasrani di Singapura untuk memperhatikan baik-baik jemaat remaja mereka.

"Kami mengapresiasi langkah otoritas yang langsung menindaknya. Kami juga sedih mengetahui remaja radikal, yang berkunjung ke gereja, berniat mencelakai komunitas Muslim di Singapura," ujar NCCS, yang mewakili 200 gereja di Singapura, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 27 Januari 2021.

Petinggu sekaligus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) ikut menyoroti persitiwa tersebut. Melalui akun Twitternya, HNW menggarisbawahi bahwa remaja itu terinspirasi teror di Christchurch, New Zealand.

"Dewan Gereja Nasional Singapura,wakili 200 Gereja,mengapresiasi Otoritas Keamanan Singapura yg menindak seorang remaja kristiani yg merencanakan serangan teror thd 2 Masjid di Singapura, pd 15/3, terinspirasi olh teror atas 2 Masjid di Christchurch NZ," kata HNW. 

Ia menambahkan bahwa terorisme ditolak oleh agama manapun.

"Terorisme ditolak Agama2!" tegas HNW.

Sebelumnya dilansir Tempo.co, NCCS menolak dengan tegas segala ideologi, termasuk dengan label "Kristen", yang mengajarkan kekerasan terhadap satu sama lain ataupun kepada komunitas religius yang berbeda.

Menurut NCCS, agama yang mereka anut tidak mengajarkan hal tersebut.

Atas kasus yang terjadi, NCCS menganggapnya sebagai insiden yang terpisah. Mereka menyakini remaja terkait mengembangkan ideologi ekstrim secara personal, tanpa pengaruh komunitas Nasrani manapun.

"Meski begitu, kami tetap meminta para kepala gereja dan komunitas Nasrani untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam memandu para remaja...NCCS menjaga hubungan baik dengan komunitas Muslim," ujar mereka menegaskan.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja keturunan India berusia 16 tahun berencana melakukan aksi terorisme ke dua masjid di Singapura. Dua masjid incarannya adalah Masjid Assyafaah dan Masjid Yusof Ishak yang berada di kawasan Woodlands.

Adapun aksi teror di sana akan menggunakan senjata tajam yang ia beli karena sulitnya membeli senapan di Singapura.

Niat sang remaja, aksi teror digelar pada 15 Maret 2021. Ia memilih tanggal itu karena merupakan hari peringatan insiden penembakan di Christchurch, Selandia Baru. Ia terinspirasi aksi dan manifesto pelaku aksi teror tahun 2019 itu, Brenton Tarrant, yang ia anggap orang suci.

Menurut keterangan Departemen Keamanan Internal Singapura (ISD), perencanaan aksi teror itu dipicu kegemaran sang remaja terhadap kekerasan.

Selain itu, pemahamannya yang salah kaprah terhadap ajaran Islam. Usai melihat video-video propaganda ISIS yang berbahaya, ia malah menganggap semua Muslim berbahaya.

Atas tindakannya, remaja itu sakarang dimasukkan ke pusat rehabilitasi. Ia akan menjalani proses deradikalisasi.

Adapun identitasnya tak diungkap karena ia masih di bawah umur. Walau begitu, ia menjadi warga Singapura termuda yang terjerat hukum keamanan internal terkait aktivitas terorisme

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto