Netral English Netral Mandarin
banner paskah
22:37wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Bahar Smith Aniaya Sopir Taksi Online yang Tak Kenal Dirinya, TG: Kalau Kurang Terkenal, Ya Jangan Salahkan Orang Lain Dong

Jumat, 09-April-2021 08:43

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Twitter
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi (TG) menyindir terdakwa Bahar bin Smith, yang menganiaya sopir taksi online bernama Andriansyah.

 

Penganiayaan ini berawal dari pertanyaan Bahar kepada sopir taksi 'Ente tau ane?' lalu dijawab Andriansyah 'tidak tahu'.

 

"Kalau kurang terkenal, ya jangan salahkan orang lain dong," tulis Teddy di akun Twitternya.

Cuitan Teddy pun direspon berbagai komentar oleh netizen. Berikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Jumat (9/4/2021).

 

@Kasito17: Si Bahar Smith kelakuannya sdh keterlaluan,gak berakhlak,sewenang2 emang dia siapa. Hukum mesti ditegakan setegak2nya. Beri hukuman setimpal atas perbuatannya yg gak beradab.warga keturunan menindas pribumi,guobloknya lg pribumi banyak yg rela jadi gedibalnya.

@OgahGila: Jika gua ditanya seperti itu lalu dipukul,serangan balik lebih tak terduga, yg dimana saat itu gua akan jadi korban pemukulan malah bisa jadi tersangka karena menghabisinya.

@yohaness6411: Eksekusinya sebaiknya di gantung di Monas aja, biar di tonton orang banyak. Bagus kan buat lucu” an generasi yg akan datang.....dulu ada seorang yg mengaku habib mati di gantung di Monas karena tindakan bejatnya....biar di catat oleh sejarah......

@AragJack: Arogannya sungguh2 sangat keterlaluan.Men ji jik kan.

 

Penganiayaan terjadi pada Selasa (4/9/2018) di kediaman Habib Bahar, Perumahan Bukit Cimanggu Kecamatan Tanah Sereal Kota Bogor dengan korban Andriansyah, sopir taksi online.

 

Pada hari naas itu, Andriansyah menjemput istri Bahar, Jigana Roqayah di kediamannya untuk berbelanja di Pasar Asemka, Jakarta Pusat, mengendarai Toyota Calya.

 

Usai berbelanja, sorenya, mereka pulang. Namun di perjalanan, arus lalu lintas macet. Kemudian, Jihana mengajak Andriansyah untuk berhenti dan makan di rumah makan Padang di Jalan Mangga Besar sambil menunggu jalan tidak macet.

 

Kemudian sekitar pukul 20.00 WIB mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju rumah Jihana Roqayah.

 

Singkat cerita, Andriansyah dan istri Bahar tiba di kediaman Bahar sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu Bahar bin Smith sudah menunggu di depan pintu dan seketika menghampiri Andriansyah serta masuk ke mobil. Ia minta diantar Andriansyah ke tempat parkir di depan komplek.

 

"Pada saat itu, terdakwa HB Assayid Bahar bin Smith berkata kepada saksi korban 'Nt tau ane?' lalu dijawab saksi korban Andriansyah 'tidak tau'. Kemudian terdakwa HB Assayid Bahar bin Smith mengatakan 'Ane Habib Bahar'," ujar JPU.

 

Di saat itu, Bahar memukul korban dengan tangan kosong satu kali dan saat itu korban keluar dari mobil. Tak sampai di situ, Bahar juga melakukan penganiayaan lagi di luar mobil dengan memukul ke bagian dada sebanyak 10 kali menggunakan tangan kosong hingga korban jatuh ke tanah.

 

"Setelah saksi korban jatuh, kemudian terdakwa HB Assayid Bahar bin Smith memegang kaos dibagian leher yang dipakai saksi korban lalu menarik dan menyeret saksi korban ke mobil Pajero Sport (milik Bahar)," kata dia.

 

Saat hendak dimasukkan ke kabin tengah mobil, kaki korban masih berada di luar sehingga dibantu oleh Wiro yang kebetulan datang ke lokasi tersebut. Kemudian saat sudah masuk ke dalam mobil, Bahar melakukan penganiayaan lagi.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati