Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:20wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Awal Bulan Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ini Penyebabnya

Senin, 01-Maret-2021 10:10

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (1/3/2021) pagi bergerak melemah menjelang rilis data inflasi Februari 2021.

Pada pukul 09.20 WIB, rupiah melemah 29 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.264 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.235 per dolar AS.

"Sepertinya volatilitas rupiah akan kembali meningkat pada minggu ini," kata analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Menurut Rully, data-data dari dalam negeri kemungkinan besar masih akan kondusif, seperti inflasi yang diperkirakan masih stabil.

"Tekanan akan banyak dipengaruhi oleh sentimen luar negeri, yaitu kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun. Beberapa hari memang emerging currencies cenderung melemah signifikan," ujar Rully.

Rully menambahkan, pada awal pekan ini kemungkinan rupiah akan kembali terdepresiasi terhadap dolar AS.

Ia memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.175 per dolar AS hingga Rp14.260 per dolar AS.

Pada Jumat (26/2/2021) lalu, rupiah ditutup melemah sebesar 152 poin atau 1,08 persen ke posisi Rp14.235 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.083 per dolar AS.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati