Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:07wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Astronom Menemukan Lima Lusin Lubang Hitam Bayi

Rabu, 03-Maret-2021 09:00

Ilustrasi lubang hitam alias black hole.
Foto : nasa.gov
Ilustrasi lubang hitam alias black hole.
19

PRANCIS, NETRALNEWS.COM - Alih-alih menemukan satu lubang hitam besar di pusat gugus 250.000 bintang, dua astronom malah menemukan penemuan yang  sangat tidak biasa, yakni lima lusin lubang hitam bayi.

Bukti konsentrasi lubang hitam yang jauh lebih kecil, menyebabkan bintang di dekatnya bergerak dalam pola yang tampaknya acak. 

Penemuan tersebut, sebagaimana dirinci dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics awal bulan ini. Penemuan itu membahas terkait cara memahami pembentukan lubang hitam, terutama yang berukuran raksasa yang biasanya ditemukan di inti galaksi lain. 

“Kami menemukan bukti yang sangat kuat untuk massa tak terlihat di inti padat gugus bola. Tetapi kami terkejut menemukan bahwa massa tambahan ini tidak 'seperti titik' tetapi diperpanjang menjadi beberapa persen dari ukuran cluster, ”kata rekan penulis Eduardo Vitral dari Paris Institute of Astrophysics (IAP) di Paris, Prancis, dalam pernyataan NASA, dilansir dari laman Futurism, Rabu (3/3/2021).

Vitral dan koleganya Gary Mamon mengamati pengamatan bertahun-tahun NGC 6397, sebuah gugus sekitar 7.800 tahun cahaya dari Bumi. Data pengamatan dikumpulkan oleh teleskop luar angkasa Hubble NASA dan observatorium antariksa Gaia Badan Antariksa Eropa. 

"Analisis kami menunjukkan bahwa orbit bintang-bintang mendekati acak di seluruh gugus bola, bukan melingkar sistematis atau sangat memanjang," kata Mamon dalam pernyataan itu. 

Tim menduga bahwa itu sisa-sisa bintang masif, termasuk katai putih dan bintang neutron. Tetapi sebagian besar lubang hitam bermassa, beberapa kali massa Matahari, dapat menyebabkan gerakan yang hampir acak ini, mengingat kecepatan dan lokasi bintang-bintang yang membentuk gugus tersebut. 

Gugusan lubang hitam kecil juga bisa menjadi sumber gelombang gravitasi atau riak di ruang waktu, yang sebelumnya telah diamati oleh beberapa teleskop di seluruh dunia. 

Jadi bagaimana kita bisa menjelaskan keberadaan lubang hitam supermasif yang jauh lebih besar di inti galaksi yang beberapa kali lipat lebih besar daripada yang terlihat oleh para astronom? 

Tim tersebut menyarankan bahwa selama jutaan tahun, lubang hitam kecil dapat dibawa ke pusat cluster untuk membentuk lubang hitam bermassa menengah, seperti yang dilaporkan The New York Times. 

Mengingat klaster tersebut telah ada selama sekitar 13 miliar tahun, kecil kemungkinan lubang hitam bermassa menengah ini akan pernah terbentuk. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP