Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:08wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
AS Gelontorkan Dana Hibah 8 Juta Dolar untuk Studi terkait Lingkungan hingga UMKM di Indonesia

Selasa, 06-April-2021 22:40

Ilustrasi orang mengeluarkan uang dari dalam dompet.
Foto : Istimewa
Ilustrasi orang mengeluarkan uang dari dalam dompet.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat memberikan hibah senilai delapan juta dolar AS (sekitar Rp1,15 triliun) untuk mengembangkan pembiayaan inovatif dalam meningkatkan produktivitas ekonomi.

Dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Amerika Serikat, di Jakarta Selasa (6/4/2021) dijelaskan bahwa Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI dan lembaga Pemerintah AS Millennium Challenge Corporation (MCC) menandatangani perjanjian hibah itu pada 4 Februari untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan program hibah MCC Compact kedua.

Setelah disetujui, program itu diharapkan dapat memberikan solusi atas masalah keterbatasan akses keuangan, yang terbukti menjadi kendala utama yang mengikat dalam perekonomian Indonesia, menurut keterangan itu.

Perjanjian Hibah Compact Development Funding (CDF) itu ditandatangani oleh Sekretaris Eksekutif Bappenas Himawan Hariyoga dan Deputi Wakil Presiden Direktur MCC untuk Compact Operations, Jonathan Brooks.

"Perjanjian hibah ini akan memungkinkan Pemerintah Indonesia dan MCC melanjutkan analisis ekonomi Indonesia dalam rangka merancang suatu kesepakatan yang akan menguntungkan masyarakat Indonesia," kata Brooks, seperti dilansir Antara.

Perjanjian Hibah CDF tersebut menyediakan dana bagi Pemerintah Indonesia untuk mengadakan studi dasar dan studi kelayakan, penilaian lingkungan dan sosial, dan studi terkait infrastruktur dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya UMKM milik perempuan.

Selain itu, Program CDF Compact-2 akan bekerja untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Indonesia.

 

Reporter :
Editor : Irawan HP