Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:40wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Ketika Arteria Dahlan Minta Polisi Tembak Mati Bandar dan Kurir Narkoba

Selasa, 13-April-2021 11:17

Arteria Dahlan
Foto : Monitor.id
Arteria Dahlan
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Siapa yang tak kenal Arteria Dahlan? Politikus muda ini dilahirkan di Jakarta, 7 Juli 1975. Ia merupakan seorang pengacara dan politisi Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Saat ini, ia menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VI.

Arteria mulai duduk di DPR RI pada 23 Maret 2015.  Ia menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Djarot Saiful Hidayat yang ditunjuk sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Beberapa waktu terakhir, ia lantang menyuarakan hukuman tegas bagi bandar dan krir narkoba. Arteria Dahlan meminta kepolisian menembak mati para bandar dan kurir narkoba untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika di daerah setempat.

"Jika ada ketegasan maka akan terlihat siapa siapa yang terlibat. Kita jadi tahu mana yang loyang dan mana yang emas," kata dia di Padang, Senin malam, 12 April 2021.

Ia mengatakan saat ini ada lima juta warga Indonesia yang terlibat narkoba dan 250 warga binaan di dalam rutan dan lapas itu tersangkut kasus narkoba.

"Kita tidak bisa lagi kompromi dengan hal ini sehingga penindakan tegas dan humanis harus dilakukan pihak kepolisian," kata dia.

Ia meminta kepada Kapolda Sumbar, Kajati Sumbar, dan Ketua PN Sumbar agar bersepakat terkait persoalan tersebut saat Komisi III melakukan reses ke Mapolda Sumbar.

"Polisi tembak mati bandar dan kurir, jaksa tuntut mereka dengan hukuman mati dan hakim jatuhi putusan hukuman mati kepada mereka," kata dia.

Menurut dia apabila kondisi ini tetap dipertahankan maka jumlah warga binaan di dalam rutan dan lapas akan meningkat sehingga melebihi kapasitas karena tidak tertampung lagi.

"Sekarang saja lapas banyak menunggak bahan makanan yang 70 persennya membiayai para pecandu. Saya tegaskan harus ada diskresi kepolisian untuk menembak mati para bandar narkoba dan kurir. Bagi korban atau pemakai dapat direhab," kata dia.

Ia mengatakan bangsa ini memiliki alat kelengkapan dalam menekan peredaran narkoba seperti BNN, Direktorat Narkoba, LSM anti narkoba dan lainnya

"Ayo bergerak bersama dan berperang melawan narkoba," kata dia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto