Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:25wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Apresiasi Pencabutan Perpres, Musni Minta ke Depan Jokowi Libatkan Ma'ruf Amin

Rabu, 03-Maret-2021 12:20

Akademisi Musni Umar
Foto : Istimewa
Akademisi Musni Umar
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akademisi Musni Umar menyoroti pencabutan peraturan presiden (Perpres) soal investasi miras oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rektor Universitas Ibnu Khaldun ini pun mengapresiasi langkah orang nomor satu itu mencabut perpres tersebut.

"Saya apresiasi kepada Presiden Jokowi atas pencabutan Perpres Izin Investasi Miras," kata Musni Umar dalam akun Twitternya.

Ia pun berharap, Kedepan, dalam mengambil pertimbangan, Presiden Jokowi turut melibatkan Wapres Ma'ruf Amin.

"Saya berharap ke depan kalau ada kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, sebaiknya Wapres Ma'ruf Amin dilibatkan untuk memberi pertimbangan," ujar Musni lagi.

Sebelumnya Presiden Jokowi mencabut perpres izin investasi minuman keras (miras) atau minuman beralkohol usai pro kontra di masyarakat.

Perpres itu tertuang dalam Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 2 Februari 2021.

Jokowi membatalkan perpres tersebut setelah mendengar masukan dari beberapa kelompok masyarakat, seperti ulama, MUI, NU, dan organisasi masyarakat (ormas) lainnya.

"Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama, MUI, NU, Muhammadiyah, dan organisasi masyarakat (ormas) serta tokoh-tokoh agama yang lain saya sampaikan lampiran perpres pembukaan investasi baru industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," kata Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (2/3/2021).

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli