Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:49wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Apresiasi Gerak Cepat Bareskrim Polri Tangkap Ambroncius, Lieus: Ini Jadi Shock Therapy...

Kamis, 28-January-2021 11:30

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma.
Foto : Facebook
Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bareskrim Polri karena bertindak cepat menangkap Ambroncius Nababan terkait kasus rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. 

“Kita apresiasi Kabareskrim Polri karena telah memerintahkan jajarannya untuk segera bertindak dengan menangkap dan menjadikan Ambroncius Nababan tersangka dalam kasus itu,” kata Lieus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/1/2021).

Menurutnya, kasus Ambroncius adalah bola panas yang kalau dibiarkan berlarut dan tidak segera ditangani, dampaknya akan sangat besar dan merugikan bangsa dan negara ini baik secara nasional maupun di mata internasional.

“Di negara kita yang menganut ideologi Pancasila, perbuatan rasis seperti yang dilakukan Ambroncius itu tidak bisa ditolerir. Sebab hal itu akan merusak tatanan kebangsaan kita yang sudah dengan susah payah dibangun oleh para founding father negeri ini,” ujar Lieus.

Lieus menambahkan, gerak cepat Bareskrim Polri dalam menangani kasus ini akan menjadi langkah awal yang baik bagi kepolisian dalam menjalankan tugasnya merawat dan memelihara kebhinnekaan di masa datang.

“Ini akan menjadi shock therapy bagi siapapun untuk tidak lagi melakukan perbuatan yang menghinakan atau merendahkan orang lain atas dasar suku, agama, budaya maupun warna kulitnya," ungkapnya.

"Mudah-mudahan ini menjadi starting point yang baik bagi Polri untuk menunjukkan bahwa penegakan hukum di negeri ini tidak tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tegas Lieus.

Seperti diberitakan, Ambroncius Nababan ditangkap Bareskrim Polri setelah Ketua Umum Projamin itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindakan rasisme terhadap eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, pada Selasa (26/1/2021).

Dalam kasus ini, Ambroncius dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU 19/2016 tentang ITE dan Pasal 16 UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras dan Etnis, serta Pasal 156 KUHP. Dia terancam pidana lebih dari 5 tahun penjara.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani