Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:14wib
Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menolak gugatan pedangdut Rhoma Irama sebesar Rp1 miliar melawan PT Sandi Record. Komisi IX DPR akan memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang masih mengizinkan Vaksin AstraZeneca untuk digunakan di Indonesia.
Anwar Abbas Sebut Menag Yaqut Hilang Akal gegara Doa Semua Agama, Netizen: Maklum, Sedang Gantikan Tengku Zul

Selasa, 06-April-2021 11:35

Anwar Abbas
Foto : Republika
Anwar Abbas
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta agar doa semua agama dibacakan di acara-acara Kementerian Agama (Kemenag). Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, mengkritik keras ide Yaqut itu.

"Jadi bingung sendiri yang dilakukan oleh Menteri Agama ini, kalau di daerah yang mayoritas Islam seperti di Aceh, itu cukup dengan (doa) ajaran Islam, tetapi kalau di Bali ya (doa) Hindu, kalau di NTT ya (doa) agama Katolik, kalau di Sulawesi Utara (doa) Protestan ya," ujar Anwar Abbas, Senin (5/4/2021).

Warganet heboh menggunjingkan pernyataan Anwar Abas. Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netisen berkomentar kocak. Ada juga yang malah membawa-bawa tokoh Tengku Zulkarnain.

MLT: “Yang lagi rame gaisss.”

Felix Hendro: “Mbok ya dibaca yg bener bas,itu dalam Rakornas Kemenag,bukan ditiap acara kemenag.”

Kenich Pakpahan: “Ingat Pancasila woiiii ente pikir Indo milik satu agama, hati2 Tuhan tdk suka!”

Ya'ul Zie: “Doa sesuai keyakinan masing2 saja....”

Ronaldmen Sitanggang: “Kita maklumin, beliau sedang dalam upaya menjadikan dirinya pengganti Tengku Zul yang sah baik de facto maupun de jure di lembaga MUI.”

Sebelumnya diberitakan, Abbas mengatakan Yaqut mestinya melihat pembicara dan mayoritas peserta yang hadir dalam suatu acara Kemenag. Jika pembicara atau peserta yang hadir lebih banyak ke satu agama tertentu, maka doanya, lanjut Abbas, bisa disesuaikan.

"Kita kan negara demokrasi yang menjunjung tinggi toleransi, toleransi itu baru punya makna itu kalau dia diletakkan di tengah-tengah perbedaan. Kalau saya orang Islam, ya ucapkan lah salam secara orang Islam," ujar Anwar.

"(Jika) Salam juga mau digabung ya itu namanya homogenisasi dan itu tidak mencerminkan pluralitas," lanjutnya.

Anwar mempertanyakan apa pentingnya membacakan doa agama tertentu tetapi tidak ada penganutnya yang hadir dalam acara Kemenag. Anwar juga mempertanyakan pemahaman Yaqut soal toleransi dan kehilangan akal.

"Menteri Agama ini kurang ngerti tentang toleransi. Toleransi itu baru punya arti, baru punya makna (jika berada) di tengah-tengah perbedaan dan kita menghargai perbedaan itu," ucap Anwar.

"Itu namanya Menteri yang menurut saya kehilangan akal, terlalu diobsesi oleh persatuan dan kesatuan. Persatuan dan kesatuan itu tidak rusak oleh keberbedaan," sambung Abbas.

Sebelumnya, Yaqut mengaku ingin semua agama yang diakui di Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama. Menag mengingatkan bahwa Kementerian Agama bukan ormas Islam.

"Pagi hari ini saya senang rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua. Tapi akan lebih indah lagi jika doanya semua agama diberikan kesempatan untuk memulai doa," kata Yaqut saat memberikan sambutan dalam rapat kerja nasional (rakernas) Kemenag 2021, Senin (5/4).

"Jadi jangan ini kesannya kita ini sedang rapat ormas Kementerian Agama, ormas Islam Kementerian Agama, tidak. Kita ini sedang melaksanakan rakernas Kementerian Agama yang di dalamnya bukan hanya urusan agama Islam saja," ucap Yaqut menegaskan. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto