Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:33wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Anti Sampah Makanan, Pengawas Korupsi China Kritik Aksi Mukbang

Senin, 12-April-2021 10:50

Makan sangat banyak alias mukbang.
Foto : cgtn.com
Makan sangat banyak alias mukbang.
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Central Commission for Discipline Inspection, lembaga pengawas korupsi negara tirai bambu itu protes tayangan "mukbang" yang beredar di sana karena dinilai mengajak orang membuang-buang makanan.

Video "mukbang" berasal dari Korea Selatan, berisi orang atau kreator konten yang makan dalam jumlah sangat banyak.

Video seperti ini semakin populer di China, dikutip dari Reuters, Senin (12/4/2021), namun, menjadi sasaran kritik dari media milik negara karena melanggar aturan.

Tahun lalu Presiden China Xi Jinping meluncurkan program untuk mengatasi sampah makanan.

Sebagai informasi, Mukbang, atau Meokbang, adalah kombinasi dari kata-kata Korea Selatan "meokneun" (makan) dan "bangsong" (siaran) dan berkisah tentang pembawa acara yang makan makanan dalam jumlah besar di depan kamera saat berinteraksi dengan penonton. 

Seperti dikutip dari netralnews dari cgtn.com, tren mukbang ini mulai tenar di Korsel sekitar tahun 2010 di platform YouTube, dan sejak itu menyebar secara global.

Pada awal mukbang live streaming, beberapa penonton mengira itu adalah sesuatu yang segar dan lucu, namun banyak juga penonton yang masih belum paham kenapa begitu menarik sehingga ribuan penonton bisa menonton pembawa acara makan berjam-jam secara online meski mereka tidak mengerti bahasa tuan rumah.

CCDI menilai platform media sosial harus mengencangkan pengawasan dan menghentikan siaran yang tidak layak hingga memblokir akun-akun yang melanggar.

"Perilaku seperti 'video minum sangat banyak' tidak hanya merusak kesehatan pembawa acaranya dan mengakibatkan sampah makanan, tapi, juga mempromosikan mentalitas buruk dan berbahaya terhadap kesehatan ekologi industri," kata CCID.

Mereka berpendapat hukuman untuk orang-orang yang mengunggah video "mukbang" harus diperkuat.

Catatan CDDI, sejumlah orang yang mengunggah video mukbang bisa meraup pendapatan hingga 3.000 yuan.

China pada 2018 pernah bertindak pada situs Kuaishou, yaitu menangguhkan akun Hebei Pangzai yang sering membagikan video "mukbang" bir kepada 400.000 pengikutnya.

Dia kemudian pindah membagikan video di platform Twitter. Demikian seperti dilansir Antara. 

Reporter :
Editor : Irawan HP