Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:39wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Annisa Pohan: Manuver Moeldoko Tak Etis, Netizen Ungkap Ramalan Mbak You dan Sarankan Cari Wangsit

Sabtu, 06-Maret-2021 10:33

Annisa Pohan
Foto : Suara.com
Annisa Pohan
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kisruh Partai Demokrat Pengamat membuat Annisa Pohan tak bisa tinggal diam. Melalui akun pribadinya ia menyebut bahwa KLB Demokrat merupakan manuver Moeldoko yang kurang cantik.

"Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak Etis," kata Annisa Pohan, Sabtu (6/3/21).

Banyak warganet menanggapi baik pro maupun kontra. Lucunya ada yang malah menyarankan agar Annisa mencari wangsit dan kaitkan dengan ramalan Mbak You.

#jujur dan lurus @budiwidagdo2: "Pembajak tidak akan seleluasa ini melakukan perampokan di siang bolong kalo tidak mendapatkan jaminan keamanan dari penguasa. Saya hampir yakin keputusan Kumham pasti melegalkan pengurus KLB yg berarti berkurang lagi 1 oposisi pemerintahan ini.."

@Djojodiningrat1: "Trnyta menurut peramal MbakYu, bkn pak Jokowi yg lengser keprabon. Trnyta sang Mayor yg turun dr singgahsana. Mau apa bila kekuasaan bkn utknya. Berhentilah berceloteh, lebih baik mengaca sambil turun mencari wangsit utk langkah selanjutnya. Jangan kalut mbak, tenangkan pikiran."

InAja RangSangka @ganefri63: "Gimana gak kalut. Kalau ada maling masuk rumah anda, anda akan melanjutkan tidur dengan nyenyak?"

Untuk diketahui, penilaian lain terhadap KLB dan Moeldoko juga disampaikan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor .

Ia mengatakan, manuver yang dilakukan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP)  Moeldoko untuk menduduki jabatan Ketua Umum Partai Demokrat sudah terbaca sejak awal kekisruhan yang menyeret nama mantan Panglima TNI tersebut.

"Iya, karena begini, manuvernya ketahuan sekali ya, kurang cantik Pak Moeldoko mainnya," kata Firman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Firman menilai, tindakan yang dilakukan Moeldoko tersebut sangat tidak etis dalam perpolitikan nasional.

Ia mengatakan, kesalahan tersebut tentu tidak hanya dari Moeldoko, tetapi pihak internal partai yang membuka pintu untuk mantan Panglima TNI tersebut.

"Untuk pak Moeldoko jangan begitulah, seharusnya ya tidak memanfaatkan kekisruhan rumah tangga orang, sebetulnya sangat tidak etis begitu," ujar dia.  

Firman mengatakan, Moeldoko kali ini tidak menunjukkan sikap kenegarawanannya untuk mendirikan partai politik sendiri guna memperjuangkan visi dan misi. Ia menilai, Moeldoko malah lebih memilih untuk membajak partai politik yang sudah ada.

"Dia (Moeldoko) lebih baik beli jadi atau membajak kalau saya bilang dengan pendekatan yang uang yang bergayung sambut dengan harus diakui ini kesalahan internal partai demokrat juga," ucapnya.

Di samping itu, Firman merasa heran dengan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang mayoritas kader memilih dipimpin oleh orang lain ketimbang dipimpin kader partai sendiri.

"Mereka (kader Partai Demokrat) saya lihat mengatasnamakan orang yang senior bekerja keras untuk partai, tapi justru mengusulkan orang yang belum berkeringat sama sekali untuk partai, jadi aneh dan kontradiktif," tutur dia dinukil Kompas.com. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto