Netral English Netral Mandarin
01:05wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Anies Unggul di Survei, Geisz Sentil BuzzeRp OD: Gak Usah Panik dan Uring-uringan Kayak Gitu...

Rabu, 24-Maret-2021 05:18

Geisz Chalifah
Foto : Law justice
Geisz Chalifah
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Loyalis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Geisz Chalifah, menyindir para buzzer yang kerap menyerang Anies di media sosial.

Sindiran dilontarkan Geisz terkait dengan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan nama Anies di urutan teratas capres pilihan anak muda dengan persentase sebesar 15,2 persen.

Melalui akun Twitternya, Geisz meminta para buzzer yang dijulukinya 'buzzeRp OD (otak dikit)' untuk tidak panik dengan keunggulan Anies dalam survei soal pilpres.

Komisaris Ancol ini juga menyebut jika cara Anies membalas fitnah dari buzzeRp adalah dengan karya nyata.

"Ga usah panik biasa-biasa saja, survey Anies memang tinggi, malah yang kemarin dirilis angkanya udah disunat. Fitnah-fitnah itu selalu dijawab dengan karya," cuit @GeiszChalifah, Senin (22/3/2021).

Lebih lanjut, Geisz menyinggung nasib para buzzeRp setelah Anies menang dalam survei tersebut. Ia menduga buzzeRp bakal dihajar 'Kakak Pembina'.

Istilah Kakak Pembina sempat ramai diperbincangkan pada Pilpres 2019 lalu. Istilah itu muncul pertama kali dalam sebuah unggahan situs Seword di laman fanpage Facebook mereka. Di sana termuat informasi mengenai Kakak Pembina, sosok yang dikabarkan sebagai pemandu gerak buzzer politik pembela Presiden Joko Widodo.

"Ga usah uring-uringan kayak gitu. Sesekali kena sendal jepit dari kakak pembina ya wajar, uang pulsa kan tetap cair. Sebagai budak terima saja," sindir Geisz Chalifah.

Tak hanya itu, Geisz juga menyindir lewat obrolan antara 'BuzzeRp OD dan Liberal Udik OD' mengenai hasil survei yang menunjukkan Anies sebagai kandidat capres terkuat versi anak muda.

"BuzzerRp OD: Bro hasil survey Anies tertinggi lagi sebagai kandidat Capres Liberal Udik OD: Udah lapor Kakak Pembina?BuzzerRp OD: SudahLiberal Udik OD: Terus? BuzzerRp OD: Lu ngadep sendiri deh Liberal Udik OD: Emang Kenapa?BuzzerRp: OD Ga kenapa-napa cuma biru dikit doang," tulis Geisz.

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Indikator Politik Indonesia melakukan survei untuk mengetahui suara anak muda tentang isu-isu sosial politik yang tengah berkembang ditanah air saat ini, salah satunya adalah soal pemilihan presiden (pilpres).

Dalam surveinya, Indikator Politik Indonesia mengajukan pertanyaan kepada para responden anak muda "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan anda pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut?".

Dari 17 nama yang disodorkan, hasilnya Anies Baswedan berada di urutan pertama dengan perolehan suara 15,2 persen. Posisi kedua ditempati Ganjar Pranowo dengan meraih suara responden sebesar 13,7 persen.

Kemudian Ridwan Kamil yang mendapat dukungan 10,2 persen berada di urutan ketiga, disusul Sandiaga Uno di posisi keempat dengan raihan suara 9,8 persen. Sementara Prabowo Subianto mendapat suara 9,5 persen dan menempati posisi kelima capres pilihan anak muda.

"Saat ini, lebih banyak anak muda yang belum memilih nama untuk menjadi Presiden jika pemilu diadakan sekarang. Di antara nama-nama yang ada, pilihan lebih banyak pada Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, dan Prabowo Subianto. Nama-nama lain lebih sedikit dipilih," tulis Indikator Politik Indonesia dalam rilis surveinya, Minggu (21/3/2021).

Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada 4-10 Maret 2021 menggunakan sambungan telepon dengan melibatkan 1.200 responden anak muda berusia 17-21 tahun. Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati