Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:12wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Anies: Kekuatan Presiden Menekan Bukan Persuasi, EK: Kekuatan Gubernur Mewarnai

Rabu, 27-January-2021 17:33

Anies sebut Kekuatan Presiden Menekan Bukan Persuasi, Eko Kuntadhi tanggapi Kekuaran Gubernur Mewarnai
Foto : Istimewa
Anies sebut Kekuatan Presiden Menekan Bukan Persuasi, Eko Kuntadhi tanggapi Kekuaran Gubernur Mewarnai
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai terkait pentingnya peran Presiden dalam sebuah pemerintahan. Anies Baswedan menuturkan bahwa Presiden mempunyai kekuatan menekan terhadap partai politik dengan cara yang lebih modern.

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi langsung memberikan tanggapan jahilnya. Ia malah menyindir Anies dengan program atap warna-warni di Tapal Kuda.

"Kekuatan seorang Gubernur adalah Mewarnai...," kata Eko, Rabu, (27/1/21).

Seperti kita ketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memamerkan hasil pengecatan atap rumah yang berwarna-warni di sekitar flyover tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Pengecatan itu kini sudah rampung.

Baca Juga :

Tampilan baru atas rumah di sekitar flyover itu diunggah di akun Instagram Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta pada Sabtu (16/1/2021). Terlihat ada beberapa foto dan satu video yang diunggah akun Instagram resmi Pemprov DKI itu.

Sementara sebelumnya secara terpisah diberitakan, Anies Baswedan juga menyebut bahwa, Presiden di era ini harus jauh lebih modern dengan tidak memerintah.

"Indonesia bukan negara pertama yang menjalankan demokrasi, puluhan negara sudah berdemokrasi,” ucap Anies Baswedan dalam akun Instagram @aniesbaswedanreport pada Senin, 25 Januari 2021.

“Efisien biayanya, transparan prosesnya, dan terhormat jadi politisi, itu yang harus dikembalikan di Indonesia sekarang,” jelas Anies Bawedan

Anies Baswedan mengatakan akan menjadi sebuah boomerang jika suatu saat nanti masyarakat semakin menjauhi partai politik.

"Jadi cara-cara seperti itu, panggil ketua partai, ajak bicara, dan kemudian katakan kalau tidak berubah. Jangan heran masyarakat akan makin hari akan menjauhi partai politik, dan suatu saat nanti kekecewaan itu akan menjadi boomerang yang luar biasa,” kata Anies Baswedan.

Bahkan menurut penilaian Anies, tekanan harus diberikan kepada partai politik tersebut.

"Tekanan ini harus diberikan, hari ini tidak ada yang memanggil, dan partai politik itu kalau dipanggil Presiden, datang, taat, masalahnya dipanggil apa tidak,” Anies Baswedan menambahkan.

Terakhir, Anies Baswedan jelaskan kekuatan seorang Presiden yakni saat mampu menekan dan membuat perubahan bagi negara.

"Itu kekuatan seorang Presiden adalah menekan, itulah modernnya seorang Presiden, Presiden era modern itu bukan memerintah, memanggil, bernegosiasi, persuasi, bicara, tunjukan dorongan itu, berubah republik ini, pasti berubah,” tutup Anies Baswedan seperti dinukil Pikiranrakyat.com..

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto