Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:31wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Anies Ramalkan Hal Buruk Bakal Terjadi bila Gagal Rawat Demokrasi, Netizen: Jarkoni, Lambemu Lunyu

Sabtu, 10-April-2021 11:46

Gubernur Anies Baswedan
Foto : Warta Ekonomi
Gubernur Anies Baswedan
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meramalkan bahwa hal buruk bakal terjadi bila demokrasi gagal dirawat oleh sutau Pemerintahan. 

Ia menyebut bahwa pihak berwenang harus mampu merawat iklim demokrasi. Pasalnya jika pemerintah gagal merawat demokrasi, maka rakyat akan dibuat tidak tenang.

"Jika pemegang kewenangan gagal merawat demokrasi, kehidupan masyarakat akan jauh lebih tidak tenang, tidak teduh dan tidak damai," ujar Anies dalam acara Mimbar Demokrasi yang diselenggarakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR di Jakarta, Jumat (9/4).

Pernyataan Anies ramai menjadi sorotan warganet. Di akun FB Mak Lambe Turah, Sabtu (10/4/21) sejumlah netizen berikan komentar menyindir Gubernur Anies. 

MLT: “Jarkoni.”

Effendi P Sitorus: “Lambemu lunyu...”

Muhammad A'raf: “Bisa ngajar ora bisa nglakoni ya mak.”

Mrfashion AndCo Gustidodi: “Org yg jual ayat dn mayat utk mnjatuhkn lwn politikny ngomong soal demokrasi. Demokrasi nenek lu!"

Untuk diketahui, Gubernur Anies sebelumnya menjelaskan bahwa menjaga iklim demokrasi dengan benar adalah dengan cara mendengar dan merespons setiap aspirasi rakyat. 

Setiap aspirasi harus direspons dengan tata krama yang benar. Pandangan yang berbeda harus dihargai sebagai sebuah suara legitimate dari rakyat. Sehingga, menurut Anies, hal ini dapat menumbuhkan perasaan setara bagi semua pihak.

"Mana aspirasi yang direspons tentu ada banyak yang dipertimbangkan. Tetapi, ruang untuk aspirasi tersebut terbuka. Kita juga harus menyadari bahwa kebijakan dan politik itu seringkali membawa unsur perasaan. Karena itu kita harus menjaga dialog dan tukar pikiran tetap tenang, teduh dan damai," ujar Anies.

Selain itu, demokrasi harus menumbuhkan partisipasi dari semua pihak. Hal tersebut dicontohkan dengan pengambilan keputusan, mulai dari tingkat RT RW, semuanya dengan melakukan musyawarah dan interaksi dengan masyarakat.

"Harapannya, itu akan membuat tidak ada aspirasi yang mampet. Problem-problem dapat direspon dengan cepat dan perasaan kesetaraan dapat ditumbuhkan," ujar Anies.

Menurut Anies, wujud dari upaya merawat demokrasi bisa dilihat dari upaya Pemprov DKI menghadirkan ruang publik yang setara. Anies mencontohkan pada pembangunan transportasi umum dan taman, yang menurutnya, dapat menumbuhkan perasaan setara bagi seluruh warganya. Hal ini akan berdampak pada tumbuhnya kota yang demokratis.

"Kita melihat transportasi tidak sebagai alat pemindah badan, tetapi alat penumbuh kesetaraan. Tidak ada umum dan VIP. Semua mendapatkan fasilitas yang nyaman tanpa memandang latar belakang. Begitu juga pada taman, semua orang dengan strata ekonomi maupun sosial dapat berkumpul di sana tanpa ada sekat," ujarnya.

Bagi Anies, transportasi umum secara tidak langsung menumbuhkan perasaan setara bagi seluruh warganya. Hal ini akan berdampak pada tumbuhnya kota yang demokratis, yang akhirnya dapat menumbuhkan perasaan kebangsaan.

Terakhir, Anies mengatakan bahwa Pemprov DKI akan terus menjamin iklim demokrasi tetap hidup. "Tugas kami di Jakarta adalah memastikan agar ini berjalan terus, sehingga kita dapat menjaga agar iklim demokrasi dan iklim kesetaraan tetap hidup, dengan kebijakan-kebijakan yang kami implementasikan," ujar Anies seperti dinukil Merdeka.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto