Netral English Netral Mandarin
16:42wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Anies Minta Inspektorat Percepat Pemeriskaan Kasus Asusila Kepala BPPBJ DKI Blessmiyanda

Senin, 29-Maret-2021 20:45

Gubernur Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Gubernur Anies Baswedan
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta Inspektorat Pemprov DKI mempercepat pengusutan kasus pelecehan seksual yang melibatkan Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Provinsi DKI Jakarta, Blessmiyanda alias Bless.

Untuk diketahui, Anies sebelumnya telah menonaktifkan Bless dari BPBJ DKI pada hari Jumat (19/3/2021) lalu.

"Penonaktifan Kepala BPPBJ ini kami lakukan untuk memastikan proses pemeriksaan dan penyelidikan dapat dijalankan Inspektorat Pemprov DKI Jakarta secara cepat, menyeluruh dan adil bagi semua pihak yang terlibat," tegas Anies dalam siaran pers, Jakarta, Senin (29/3/2021).

"Azas praduga tak bersalah tentu tetap dijalankan, tapi posisi kita jelas, apabila dalam pemeriksaan ditemukan bahwa benar terjadi pelanggaran, maka kepada terlapor dan kepada semua yang menutup-nutupi fakta selama proses pemeriksaan akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku,” lanjutnya.

Anies sebelumnya juga telah menunjuk Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah, Sigit Wijatmoko, menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPBJ Provinsi DKI Jakarta.

Lebih lanjut, Anies memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta menempatkan perlindungan terhadap pelapor sebagi prioritas utama.

Pendampingan psikologis dan hukum diberikan kepada pelapor di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta, bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Taat Ujianto