Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:45wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Anies Capres Terkuat Versi Anak Muda, Ini 5 Hal Yang Perlu Diketahui dari Data Survei Indikator

Senin, 22-Maret-2021 21:40

Pengamat politik Karyono Wibowo
Foto : Istimewa
Pengamat politik Karyono Wibowo
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Karyono Wibowo mengomentari survei Indikator Politik Indonesia soal pemilihan presiden (pilpres), dimana hasilnya menunjukkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan paling banyak dipilih anak muda sebagai presiden.

Karyono menyebut, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui publik terkait survei elektabilitas calon presiden yang dipublikasikan lembaga survei Indikator besutan Burhanudin Muhtadi.

Pertama, populasi yang disurvei adalah seluruh warga negara Indonesia yang berusia 17-21 tahun. Artinya, survei ini hanya memotret persepsi pemilih yang berusia 17-21 tahun.

"Jadi hasil survei tersebut tidak mewakili pendapat seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih," kata Karyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima netralnews.com, Senin (22/3/2021).

Kedua, jika merujuk pada usia responden dalam rentang usia 17-21 tahun, maka hasil survei ini tidak mewakili keseluruhan generasi muda. Hasil survei ini juga tidak mewakili generasi milenial atau yang sering disebut generasi Y.

"Pasalnya, secara umum, generasi Y atau yang lebih dikenal dengan generasi milenial adalah orang lahir pada tahun 1980 -1995. Berarti pada tahun 2021, generasi milenial akan berada di rentang umur 26-41 tahun," ujar Karyono.

Ketiga, jika dilihat dari posisi elektabilitas 17 tokoh yang diuji, ada 5 tokoh yang paling banyak mendapatkan dukungan pemilih di usia 17-21 tahun, yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.

Namun, lanjut Karyono, yang penting diketahui, posisi Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo secara metodologis bisa dikatakan sama-sama memiliki peluang di urutan pertama.

"Karena selisihnya hanya 1,5% masih berada dalam ambang batas margin error sekitar 2,9%. Elektabilitas Anies dalam survei ini sebesar 15,2?n Ganjar menempel ketat dengan tingkat elektabilitas 13,7%," terangnya.

Keempat, yang perlu dipahami adalah bahwa survei ini merupakan survei persepsi publik tentang preferensi terhadap sejumlah tokoh yang berpotensi menjadi capres. Hasil survei ini hanya memotret persepsi khususnya pemilih di rentang usia 17-21 tahun.

"Hasil survei persepsi sekadar memberi gambaran kondisi saat ini (ketika survei dilakukan). Karena yang diukur adalah persepsi maka hasil survei ini tidak bersifat konstan. Persepsi publik akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berkembang dari waktu ke waktu," ungkapnya.

Karyono menjelaskan, pelaksanaan Pilpres 2024 masih cukup lama. Pergulatan politik masih sangat dinamis, dan sejumlah variabel masih akan mempengaruhi persepsi publik dalam memilih sejumlah tokoh.

"Sehingga masih sangat memungkinkan terjadi volatilitas dukungan. Dengan demikian, elektabilitas calon presiden yang unggul di survei hari ini masih bisa berubah, bisa naik turun, tidak bersifat konstan," papar Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) itu.

Kelima, Karyono mengatakan bahwa masyarakat perlu memahami tentang cara membaca hasil survei dan harus dapat membedakan mana survei yang sekadar digunakan untuk framing dengan tujuan tertentu mana yang tidak.

"Mempelajari dan menganalisa perbandingan sejumlah hasil survei setidaknya akan membantu nalar kita untuk memahami sejumlah data survei yang semakin menjamur," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Indikator Politik Indonesia melakukan survei untuk mengetahui suara anak muda tentang isu-isu sosial politik yang tengah berkembang ditanah air saat ini, salah satunya adalah soal pemilihan presiden (pilpres).

Dalam surveinya, Indikator Politik Indonesia mengajukan pertanyaan kepada para responden anak muda "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan anda pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut?".

Dari 17 nama yang disodorkan, hasilnya Anies Baswedan berada di urutan pertama dengan perolehan suara 15,2 persen. Posisi kedua ditempati Ganjar Pranowo dengan meraih suara responden sebesar 13,7 persen.

Kemudian Ridwan Kamil yang mendapat dukungan 10,2 persen berada di urutan ketiga, disusul Sandiaga Uno di posisi keempat dengan raihan suara 9,8 persen. Sementara Prabowo Subianto mendapat suara 9,5 persen dan menempati posisi kelima capres pilihan anak muda.

"Saat ini, lebih banyak anak muda yang belum memilih nama untuk menjadi Presiden jika pemilu diadakan sekarang. Di antara nama-nama yang ada, pilihan lebih banyak pada Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, dan Prabowo Subianto. Nama-nama lain lebih sedikit dipilih," tulis Indikator Politik Indonesia dalam rilis surveinya, Minggu (21/3/2021).

Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada 4-10 Maret 2021 menggunakan sambungan telepon dengan melibatkan 1.200 responden anak muda berusia 17-21 tahun. Margin of error survei kurang lebih sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati