Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:47wib
Manchester City melewatkan kesempatan mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini seusai menderita kekalahan dari Chelsea, Sabtu (8/5/2021) malam WIB. Potongan surat perihal penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) beredar.
Anggaran TGUPP Era Anies Naik Berkali-kali Lipat Dibanding Zaman Ahok, Ade: Pengerukan Uang Rakyat secara Konstitusional

Minggu, 18-April-2021 09:40

Kolase Ade Armando dan Komikkita
Foto : FB/Ade Armando
Kolase Ade Armando dan Komikkita
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menanggapi anggaran TGUPP yang meningkat tajam, Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mencuit sindiran tajam. 

Menurutnya apa yang dilakukan merupakan pengerukan uang rakyat secara konstitusional. 

“Pengerukan uang rakyat yang dilakukan secara konstitusional,” kata Ade Armando, Minggu (18/4/21).

Ia juga mengunggah kartun Komikkita.com berjudul “Jaman Ahok Anggaran TGUPP Cuma 1 Miliar. Jaman Gabener Naik Drastis Jadi 19 Miliar. Tahun Depan Mau Dinaikkan Lagi Jadi 26,5 Miliar.” 

Mengenai kenaikan anggaran TGUPP, di tahun 2019 pernah mencuat namun Anies mengaku usulan itu tidak sepengetahuannya.  

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian menyatakan bakal memeriksa usulan kenaikan anggaran untuk tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP). 

Saat itu di awal Oktober 2019, Anies memastikan tidak ada kenaikan anggaran untuk TGUPP.  

Dalam Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020, plafon anggaran TGUPP tahun depan diusulkan naik dari Rp 18,9 miliar menjadi Rp 21,22 miliar. Saat ini anggaran tersebut sedang dibahas di badan anggaran DPRD DKI.

"Nanti saya cek," kata Anies di Balai Kota DKI, sepeerti dilansir Tempo.co, Kamis, 24 Oktober 2019.

Selama era Anies anggaran TGUPP selalu meningkat setiap tahun. 

Pada 2018 anggaran TGUPP Rp 16,02 miliar dan meningkat menjadi Rp 18,9 miliar pada 2019. TGUPP Anies berjumlah 67 orang dan gaji para ketua TGUPP mencapai  Rp 51,5 juta per bulan.

Pada saat ditemui di DPRD DKI, 3 Oktober lalu, Anies mengatakan tidak akan menaikkan anggaran TGUPP. "Tetap. Tidak ada perubahan. Tetap, sama terus. Kita tetap, anggarannya tidak berubah," kata Anies.

Anies menyatakan bakal memanggil pejabat yang menaikkan anggaran TGUPP pada KUA-PPAS 2020. "Pokoknya tetap, tidak berubah," ujarnya. 

"Nanti saya panggil orang yang bikin perubahan (anggaran)."

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sri Mahendra membenarkan kenaikan anggaran TGUPP. 

Mahendra mengatakan penambahan anggaran bagi TGUPP itu diperlukan untuk menyesuaikan gaji anggota TGUPP.

Contohnya, saat ini ada anggota TGUPP yang pendidikannya S2 dengan pengalaman kerja sepuluh tahun tapi menerima gaji setara anggota lain yang tamatan S1 dengan pengalaman kerja lima tahun. 

"Untuk penyesuaian hak keuangan sesuai dengan tingkat pendidikan dan pengalamannya," ujarnya kepada Tempo, Jumat lalu.

Secara struktur, menurut Mahendra, TGUPP memang berada di bawah Gubernur Anies Baswedan dan tak bertanggungjawab kepada DPRD DKI. 

“TGUPP itu bertanggungjawabnya ke gubernur dan itu sudah ada ketentuannya," katanya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto