Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:06wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Andi Tuding Moeldoko Dalang Upaya Kudeta AHY, TG Ibaratkan Seperti Orang Kentut...

Selasa, 02-Februari-2021 16:10

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief
Foto : Twitter
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi mengomentari pernyataan Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief yang menuding Kepala KSP Moeldoko sebagai sosok orang dekat di lingkaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin mengambilalih kepemimpinan Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Teddy mengibaratkan pernyataan Andi Arief itu seperti orang yang kentut, di mana untuk menutupi agar tidak ketahuan kentut, maka orang tersebut akan berisik dan menuduh orang lain.

"Dimana-mana yang kentut biasanya yang paling berisik, karena panik takut ketahuan kentut. Apakah ini cara SBY untuk mengetahui siapa yang kentut? #Kode  @Andiarief__ @Dr_Moeldoko @GeneralMoeldoko @SBYudhoyono @AgusYudhoyono," tulis Teddy di akun Twitter-nya, Selasa (2/2/2021).

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa ada gerakan politik yang ingin mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

Menurutnya, upaya kudeta kepemimpinan PD itu dilakukan secara sistematis oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai yakni pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

AHY mengungkapkan, gerakan tersebut dilakukan oleh lima orang pelaku, yang terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi, dan 1 mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu. Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan.

"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," kata AHY dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Agus Yudhoyono, Senin (1/2/2021).

Putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebut bahwa berdasarkan informasi yang diterima, gerakan itu sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Karenanya, AHY mengaku telah mengirimkan surat secara resmikepada Presiden Jokowi untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi terkait kebenaran berita itu.

"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dalam permasalahan ini. Karena itu, tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," jelas AHY.

Terkait hal itu, Andi Arief blak-blakan menuding Moeldoko sebagai orang dekat Presiden Jokowi yang ingin mengambil alih kepemimpinan AHY di Partai Demokrat.

“Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko,” tulis Andi Arief di akun Twitternya, Senin (1/2/2021).

Andi Arief juga menjelaskan alasan AHY berkirim surat kepada Presiden Jokowi karena Moeldoko mengklaim mendapat restu dari Jokowi dalam hal ini.

 

“Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi,” cuit @Andiarief_.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani