Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:16wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Anak Kedua Cenderung Pemberontak, Bagaimana dengan Anak Anda

Rabu, 24-Maret-2021 04:00

Anak Kedua Cenderung  Pemberontak, Bagaimana dengan Anak Anda
Foto : Parentstory
Anak Kedua Cenderung Pemberontak, Bagaimana dengan Anak Anda
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anak kedua cenderung  memiliki jikwa pemberontak yang lebih besar. Memang benar setiap anak memiliki kepribadian dan sifatnya masing-masing. 

Mereka juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai orangtua, kita memang harus lebih peka terhadap kepribadian mereka agar komunikasi bisa berjalan baik. Bahkan ada yang mdenyebutkan seringkali anak kedua tidak patuh, berjiwa bebas atau menjadi pemberontak. Namun, dengan kecenderung menyukai kebebasan ini jsutru membaut anak kedua sosok yang tangguh dan tahan banting, tidak takut mengambil risiko dan mandiri saat menginjak usia dewasa. 

Perilaku merdeka juga besar kemungkiinan pengarh dari dausaranya yang lebih tua. Mereka bisa menjadi orang yang lebihs abar menghadapi ego dari kakaknya. Tapi bisa juga meniru perilaku buruk sang kakak. 

Penelitian ini tentu saja bukan menjadi tolak ukur semua karakter anak tengah atau kedua, demikian tulis berita_dunia, Senin, (2⅔/2021).Ternyata anak-anak kedua lebih cenderung memiliki hasrat memberontak yang lebih besar. Hal ini menurut penelitian Joseph Doyle, dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat.

" Anak kedua memang lebih menunjukkan perilaku pemberontak. Dan itu berlipat ganda untuk anak laki-laki kedua. Saya menemukan hasil yang luar biasa, bahwa anak kedua, dibandingkan dengan saudara mereka yang lebih tua, jauh lebih mungkin berakhir di penjara dan diskors di sekolah ketika usia remaja kenakalan remaja," ungkap Doyle, seperti dikutip dari BHG.

Perilaku buruk ini kemungkinan besar karena pengaruh saudara pertamanya yang lebih tua. Pasalnya, saudara yang lebih muda cenderung meniru perilaku kakak mereka.

"Anak sulung memiliki panutan, yang adalah orang dewasa. Dan yang kedua, anak-anak yang kemudian lahir memiliki panutan yang sedikit tidak rasional," ungkap Doyle.

Doyle menganalisis data dari keluarga di Denmark dan negara bagian Florida. Dalam keluarga dengan dua anak atau lebih, anak laki-laki kedua berada di urutan 20 hingga 40 persen lebih mungkin untuk didisiplinkan di sekolah dan memasuki sistem peradilan pidana dibandingkan dengan anak laki-laki anak pertama.

Jadi para orangtua, bersiaplah menghadapi sikap penuh pemberontakan si nomor dua. 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani