Netral English Netral Mandarin
banner paskah
08:24wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Amien Sebut Jangan Sampai HRS Keluarkan Seruan Jihad, FH: Mien Jangan Jadi Provokator

Rabu, 24-Maret-2021 18:37

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ferdinand Hutahean menanggapi keprihatinan Mantan Ketua MPR RI Amien Rais terkait sidang kasus kerumunan dengan terdakwa Rizieq Shihab di PN Jaktim.

Saat itu, Amien menyampaikan jangan sampai Rizieq Shihab menyampaikan seruan jihad, hingga terjadi kasus seperti terjadi di India ketika muslim India terpojok.

Ferdinand menegaskan negara tidak takut dan gentar sedikitpun dengan ancaman yang dikatakan Amien Rais.

"Negara tidak takut dan Bangsa ini tak gentar sedikitpun. Negara sebesar ini koq mau ditakut2i dengan omongan Amin Rais sprt ini," kata Ferdinand dalam akun Twitternya. 

Ia pun mencontohkan beberapa bukti negara tak gentar, seperti dibubarkannya organisasi HTI dan FPI, dan ditetapkan sebagai organisasi terlarang. Ia pun meminta Amien Rais agar tak jadi provokator. 

"Apa Amin Rais blm bs melihat realita FPI HTI dibubarkan dan dinyatakan terlarang olh negara? Rizieq ditangkap atas nama hukum? Min jgn jd provokator..!," ujar dia. 

Sebelumnya Amien Rais menyampaikan keprihatinannya terhadap sidang Rizieq Shihab. Ia pun menyampaikan, jangan sampai Habib Rizieq Shihab yang memiliki banyak pengikut yang mengumandangkan seruan untuk berjihad.  

"Jangan sampai keluar dari lisan Pak Habib Rizieq Shihab itu, misalnya seperti yang terjadi di Kashmir, bagaimana orang-orang (muslim) India ketika terpojok lantas mengumandangkan hayya alal jihad," beber Amien Rais. 

Sebelumnya, dalam kasus protokol protokol kesehatan, terdakwa Habib Rizieq Shihab meminta-minta persidangan dilakukan secara tatap muka langsung. 

Namun, majelis hakim menolak dan memutuskan untuk menyelenggarakan sidang secara berani karena alasan pandemi covid-19. 

Karena permintaannya tidak dipenuhi, Rizieq memilih untuk meninggalkan ruangan sidang daring dan tidak mengikuti persidangan yang digelar pada Jumat (19/3) lalu.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli