Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:30wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Amarta Minta Anies Libatkan RT/RW dalam Pencegahan Dini Terorisme

Senin, 05-April-2021 20:24

Rico Sinaga
Foto : Istimewa
Rico Sinaga
91

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aksi teror di Indonesia kembali marak. Pascaperistiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), aksi teror juga terjadi di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) lalu.

Terkait hal tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memaksimalkan peran RT/RW dalam pencegahan dini tindak terorisme.

Keterlibatan RT/RW dalam pencegahan aksi terorisme, kata dia, berupa pendeteksian dini. Terlebih, masyarakat dilingkungan RT/RW merupakan garda terdepan dalam meminimalisir aksi atau upaya teror.

"Sebenarnya yang perlu dihidupkan di Indonesia, pertahanan harus dimulai dari bawah, mulai tingkat RT/RW. Kalau deteksi dan cegah dini bisa dilakukan dengan bagus, teroris ini bisa diminimalisir. Jadikan RT/RW itu mata dan telinga pemerintah," kata Rico, Senin (5/4/2021).

Untuk itu, Rico mengusulkan agar Gubernur Anies membentuk peraturan gubernur (Pergub) yang mengatur keterlibatan warga di RT/RW keamanan negara.

Lebih lanjut mantan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta ini meyakini, keberadaan Pergub itu bisa menggerakkan RT/RW dalam pencegahan aksi terorisme.

"Oleh sebab itu, saya sarankan di Jakarta ini, misalnya di kesbangpol atau disdukcapil harus digaungkan lagi wajib lapor 24 jam atau siskamling. Libatkan RT/RW dalam pencegahan terorisme. Dalam Perda No No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, tepatnya berada di Pasal 57 kan sudah diatur. Tinggal Pergubnya yang lebih spesifik diterbitkan," ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menginstruksikan pengamanan ketat di lingkungan Pemprov DKI, dari tingkat kelurahan hingga provinsi.

Instruksi tersebut berupa Surat Edaran yang dirilis Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

"(Instruksi) pencegahan di antaranya siapa saja yang keluar masuk lingkungan Pemprov di tingkat provinsi sampai tingkat kelurahan agar diperketat. Misalnya, jika naik motor, helmnya dibuka. Naik mobil, kaca mobilnya dibuka," ucap Ariza.

Hal tersebut Ariza harapkan juga diterapkan instansi lain demi pencegahan dan pengendalian keamanan.

"Kita minta juga seluruh instansi lainnya juga mengambil langkah-langkah yang sama terkait pencegahan, penanganan, dan pengendalian. Kerjasama dengan aparat," terangnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Widita Fembrian