Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:21wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Aktivis Prodem: KPK Tak Perlu Kaget Kalau Dihalangi, Haji Isam Kenal Pejabat, Aparat, Politisi Negeri Ini

Selasa, 13-April-2021 07:18

Ilustrasi gedung KPK
Foto : Istimewa
Ilustrasi gedung KPK
33

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule ikut mengomentari penggeledahan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) PT Jhonlin atas dugaan suap pajak milik pengusaha besar asal Kalimantan Haji Isam.

Menurut Iwan Haji Isam memang dikenal dekat dengan para aparat dan pejabat serta para politisi di negeri ini. Untuk itu, kata dia KPK tak perlu kaget.

"Bos PT Jhonlin, Haji Isam, memang dikenal dekat aparat dan pejabat, maupun politisi. Jadi, @KPK_RI tak perlu kaget ketika ada yang halangi penyidikan dalam kasus suap pajak," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Malahan, Haji Isam dikenal baik dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo. Selain, bos perusahaan tambang PT Kodeco.

"Bahkan sejak awal jadi kontraktor tambang batubara, Haji Isam kenal baik Bamsoet sebagai Bos PT Kodeco," tulisnya lagi.

Sebelumnya,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga terjadi penghilangan barang bukti saat menggeledah dua lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap terhadap pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Dua lokasi tersebut adalah kantor PT Jhonlin Baratama, di Kabupaten Tanah Bumbu dan salah satu tempat di kecamatan Hambalang, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

"Di dua lokasi tersebut tidak ditemukan bukti yang dicari oleh KPK karena diduga telah sengaja dihilangkan oleh pihak-pihak tertentu," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati